Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peneliti Ungkap Penyusutan Tutupan Awan Perburuk Pemanasan Global

📅 Kamis, 19 Jun 2025, 20:21 WIB | Oleh:
Peneliti Ungkap Penyusutan Tutupan Awan Perburuk Pemanasan Global Doc: AFP/ED JONES
Ket. Ilustrasi foto awan berada diatas wilayah Tembok Besar Tiongkok. Penelitian yang didasarkan pada data satelit selama 24 tahun ini menemukan bahwa 1,5 hingga 3 persen zona awan badai di dunia telah menyusut setiap 10 tahun.

SYDNEY - Tutupan awan Bumi menyusut secara drastis, memperburuk pemanasan global dan berkontribusi terhadap suhu panas ekstrem yang memecahkan rekor di seluruh dunia, demikian temuan sebuah penelitian internasional yang melibatkan tim peneliti Australia.

Penelitian yang didasarkan pada data satelit selama 24 tahun ini menemukan bahwa 1,5 hingga 3 persen zona awan badai di dunia telah menyusut setiap 10 tahun.

Tren ini dipicu oleh perubahan iklim akibat pergeseran angin dan meluasnya wilayah tropis yang mendorong sistem badai ke arah kutub, menurut siaran pers terbaru di situs web Centre of Excellence for 21st Century Weather Dewan Riset Australia (Australian Research Council/ARC) di Monash University, Melbourne.

Dengan semakin sedikitnya tutupan awan yang memantulkan sinar matahari kembali ke luar angkasa, lebih banyak energi surya akan diserap oleh Bumi, sehingga memperkuat efek pemanasan akibat emisi gas rumah kaca, menurut penelitian yang dipimpin oleh Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional (National Aeronautics and Space Administration/NASA) Amerika Serikat (AS) bekerja sama dengan tim peneliti Australia dan diterbitkan dalam jurnal Geophysical Research Letters.

Penurunan tutupan awan ini kini dianggap sebagai penyebab utama mengapa Bumi menyerap lebih banyak energi surya, dengan penelitian terbaru yang mengonfirmasi bahwa perubahan ini sudah mendorong pemanasan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, ujar Christian Jakob, salah satu penulis penelitian tersebut sekaligus direktur ARC Center.

"Ini merupakan bagian penting dalam upaya memahami pemanasan ekstrem yang kami amati belakangan ini, sekaligus menjadi peringatan keras akan perlunya aksi iklim yang mendesak," kata Jakob, seraya menambahkan bahwa memprediksi pembentukan awan dan pemantulan sinar matahari secara akurat sangat penting untuk memperkirakan kecepatan dan skala pemanasan di masa depan.

"Bukan hanya rata-rata jangka panjang saja yang penting, tetapi juga bagaimana kondisi harian dan musiman yang kita andalkan selama ini sedang berubah," tuturnya. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
Paus Leo XIV Bakal Jalani O...
Luar Negeri
Berangkat Umrah, Ulama Bang...

Janice Tumbangkan  Petenis Jepang untuk Melaju

21 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Janice Tumbangkan  Petenis...

PVMBG Tetapkan Zona Bahaya Anak Krakatau

27 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
PVMBG Tetapkan Zona Bahaya ...
Megapolitan
Jakarta Kini Jadi Pusat Kol...

Pertamina Pertahankan Harga BBM untuk Oktober

34 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Pertamina Pertahankan Harga...
Advertisement
Pertamina Pertahankan Harga BBM untuk Oktober

Pertamina Pertahankan Harga BBM untuk Oktober

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.