Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jepang Kucurkan Dana untuk Bantu Nelayan Skala Kecil di Maluku

📅 Kamis, 19 Jun 2025, 20:34 WIB | Oleh:
Jepang Kucurkan Dana untuk Bantu Nelayan Skala Kecil di Maluku Doc: AFP
Ket. Ikan hasil tangkapan nelayan. Kedutaan Besar Jepang tetap berkomitmen penuh untuk memperkuat kerja sama dengan Indonesia di sektor perikanan dan kemaritiman.

JAKARTA - Pemerintah Jepang mengucurkan pendanaan sebanyak 1,5 juta dolar AS atau sekitar Rp24,6 miliar untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan skala kecil Indonesia, melalui proyek kolaborasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP).

Proyek bernama SeaBLUE yang diluncurkan di Kantor Kementerian KKP, Jakarta, Kamis (19/6), akan menyasar lebih dari 1.600 nelayan skala kecil di Morotai, Maluku Utara dan Tanimbar, Maluku.

“Pendanaannya 1,5 juta dolar AS,” kata Menteri Ekonomi dan Pembangunan Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia Ueda Hajime, usai peluncuran program SeaBLUE.

Ueda menjelaskan bahwa meningkatkan kesejahteraan nelayan pesisir dan mendorong pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan melalui pemanfaatan sumber daya laut secara efektif, menjaga pasokan pangan yang stabil tetap menjadi tantangan mendesak bagi Indonesia.

Pada saat yang sama, pengembangan hilirisasi dan promosi distribusi produk bernilai tambah tinggi ke luar pulau juga sangat penting.

Dukungan yang diberikan Jepang di antaranya adalah penguatan kapasitas, penyediaan perahu listrik, dan penyimpanan dingin ramah lingkungan, yang diharapkan akan membantu masyarakat pesisir meningkatkan mata pencaharian mereka secara praktis dan berkelanjutan.

Pemerintah Jepang juga melengkapi proyek SeaBLUE melalui proyek pembangunan pelabuhan perikanan, pasar, dan fasilitas pendingin di lokasi yang sama, yang sedang dijalankan oleh Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA).

“Ke depan, Kedutaan Besar Jepang tetap berkomitmen penuh untuk memperkuat kerja sama dengan Indonesia di sektor perikanan dan kemaritiman. Kami sangat berharap mendapatkan dukungan yang berkelanjutan dari semua pemangku kepentingan yang terlibat dalam inisiatif penting ini,” ujar Ueda.

Turut hadir pada peluncuran SeaBLUE, Deputy Resident Representative UNDPIndonesia Sujala Pant, menuturkan bahwa UNDP Indonesia menaruh perhatian besar pada pemberdayaan manusia sebagai pusat dari perubahan.

Sujala Pant menuturkan bahwa sektor perikanan di Indonesia, perikanan memainkan peran yang sangat penting dalam pembangunan Indonesia yang berkelanjutan dan inklusif, serta menyumbang lebih dari 80 persen dari total produksi perikanan nasional.

“Namun, sekitar 11 persen dari mereka yang bekerja di sektor perikanan masih hidup di bawah garis kemiskinan, dan angka ini sedikit lebih tinggi di wilayah-wilayah terpencil, termasuk lokasi tempat kami akan bekerja, seperti di Kabupaten Kepulauan Tanimbar,” ungkap dia.

Bagi UNDP, lanjutnya, teknologi dan infrastruktur tidak cukup tanpa investasi pada kapasitas dan potensi sumber daya manusia lokal, terutama perempuan dan komunitas pesisir, yang menjadi penggerak utama transformasi ekonomi biru.

“Intervensi ini tidak hanya dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi emisi, tetapi juga untuk memperluas peluang bagi seluruh komunitas, khususnya perempuan yang menjadi tulang punggung pusat kegiatan ini,” kata dia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...
Advertisement
Kapan Jadwal Timnas Indonesia Vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026? Cek Disini!

Kapan Jadwal Timnas Indonesia Vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026? Cek Disini!

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.