Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamenperin: Pasar Dalam Negeri makin Diminati, Terbukti Industri Mamin Kembali Tambah Investasi Rp. 3,3 Triliun di Cikarang

📅 Rabu, 18 Jun 2025, 12:44 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Wamenperin: Pasar Dalam Negeri makin Diminati, Terbukti Industri Mamin Kembali Tambah Investasi Rp. 3,3 Triliun di Cikarang Doc: istimewa
Ket. Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza pada Peresmian Pabrik PT PepsiCo Indonesia sekaligus Peluncurkan Produk Baru Lays, Cheetos, dan Doritos di Kawasan Industri Greenland International Industrial Center (GIIC), Cikarang, Jawa Barat, Rabu (18/6).

JAKARTA-Industri makanan dan minuman (mamin) merupakan salah satu sektor strategis yang selama ini telah memberikan kontribusi signfikan bagi perekonomian nasional. Peluang besar dalam pengembangan industri mamin di dalam negeri karena didukung potensi sumber daya alam (SDA) yang melimpah dan permintaan domestik yang terus meningkat.

Industri mamin di Indonesia terus menunjukkan tren pertumbuhan positif. Pasca-pandemi Covid-19, PDB (produk domestik bruto) industri mamin mampu tumbuh sebesar 6,04 persen pada triwulan I tahun 2025. "Ini lebih tinggi dari pertumbuhan PDB industri pengolahan non-migas sebesar 4,31 persen dan PDB nasional sebesar 4,87 persen,"kata Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza pada Peresmian Pabrik PT PepsiCo Indonesia sekaligus Peluncurkan Produk Baru Lays, Cheetos, dan Doritos di Kawasan Industri Greenland International Industrial Center (GIIC), Cikarang, Jawa Barat, Rabu (18/6).

Wamenperin mengemukakan, kinerja gemilang industri mamin juga tercermin dari kontribusinya terhadap PDB industri pengolahan non-migas sebesar 41,15 persen pada triwulan I-2025. Selain itu, sektor ini mencatatkan nilai ekspor hingga USD11,78 miliar (termasuk minyak kelapa sawit). "Capaian ini memberikan andil sebesar 22,42 persen dari total nilai ekspor industri pengolahan non-migas pada triwulan I-2025,"sebutnya.

Di sisi investasi, industri mamin merealisasikan modalnya sebesar Rp.22,64 triliun pada awal tahun 2025, yang terdiri dari PMA sebesar Rp.9,03 triliun dan PMDN sebesar Rp.13,60 triliun. Ini menandakan bahwa para pelaku industri mamin di Indonesia masih memiliki kepercayaan diri yang tinggi dalam menjalankan bisnisnya karena didukung iklim usaha yang kondusif.

Oleh karenanya, Wamen Riza menyampaikan, Kemenperin mengapresiasi PT. PepsiCo Indonesia atas investasinya yang digelontorkan sebesar USD200 juta (setara Rp3,3 triliun) dalam pembangunan pabrik pertamanya di Indonesia. Pabrik yang mulai berproduksi sejak 13 Januari 2025 ini dilengkapi tiga lini produksi dengan kapasitas terpasang 24.000 ton per tahun dan telah menyerap hampir 400 tenaga kerja.

"Kehadiran pabrik ini bukan hanya memperkuat industri makanan ringan nasional, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan mendorong substitusi impor. Ini juga menandakan bahwa peluang pasar dalam negeri masih sangat terbuka, dan sektor industri ini masih sangat menjanjikan," ungkapnya.

Menurut Wamenperin, pasar makanan ringan di Indonesia yang didominasi generasi milenial dan Gen Z yang mencakup 55 persen populasi konsumen juga menunjukkan tren pertumbuhan positif dengan nilai pasar mencapai USD3,87 miliar pada 2023 dan diproyeksikan tumbuh 8,13 persen (CAGR) hingga 2029.

Tak hanya fokus pada peningkatan produksi, Kemenperin juga mengapresiasi inisiatif PepsiCo dalam menggandeng 200 petani kentang dan 200 petani jagung dari Jawa Barat dan Jawa Tengah, yang dilakukan melalui program pengembangan bibit unggul, peningkatan produktivitas, dan pemberdayaan petani lokal.

Selain itu, PT PepsiCo Indonesia dinilai sebagai pelaku industri yang telah menerapkan prinsip keberlanjutan, dengan penggunaan 100 persen air daur ulang dan energi listrik terbarukan dalam proses produksinya.

"Kami berharap PT PepsiCo Indonesia terus menciptakan dampak positif, tidak hanya melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan nilai tambah, tetapi juga dengan kontribusinya terhadap keberlanjutan lingkungan dan penguatan ekonomi lokal," ujar Faisol.

Wamenperin optimistis terhadap kontribusi berkelanjutan dari PT PepsiCo Indonesia dalam upaya penguatan industri mamin nasional serta mendorong pertumbuhan sektor manufaktur yang berdaya saing. Selamat atas peresmian pabrik baru ini. "Semoga menjadi pemicu kemajuan industri makanan dan minuman, serta membawa manfaat besar bagi masyarakat Indonesia,"ujarnya.

Kepercayaan Inverstor Global

Direktur Jenderal Industri Agro, Putu Juli Ardika menyampaikan bahwa investasi PT PepsiCo Indonesia menjadi simbol penting dari kepercayaan investor global terhadap potensi industri mamin nasional.

Investasi ini menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya pasar konsumsi besar, tetapi juga basis produksi yang kompetitif. "Kami terus mendorong pengembangan industri makanan dan minuman yang berorientasi ekspor, bernilai tambah tinggi, serta berbasis bahan baku lokal," jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.