Wali Nanggroe Apresiasi Keputusan Presiden Prabowo yang Mengembalikan Empat Pulau ke Aceh
Rabu, 18 Jun 2025, 16:57 WIBBANDA ACEH - Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al Haytar menegaskan bahwa keputusan Presiden Prabowo Subianto yang telah mengembalikan empat pulau ke Aceh sebagai bentuk penghormatan terhadap rakyat di tanah rencong.
âSaya bersyukur Alhamdulillah kepada Allah SWT, masalah pulau ini sudah diselesaikan dengan bijaksana. Keputusan ini adalah bentuk penghormatan terhadap Aceh," kata Tgk Malik Mahmud Al Haytar dalam keterangannya, di Banda Aceh, Rabu.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menetapkan empat pulau yang bersengketa batas wilayah antara Aceh dan Sumatera Utara kembali masuk dalam wilayah administrasi Provinsi Aceh.
Adapun empat pulau yang kembali masuk dalam wilayah Kabupaten Aceh Singkil, Aceh tersebut yakni Pulau Panjang, Pulau Lipan, Pulau Mangkir Kecil, dan Pulau Mangkir Besar.
Wali Nanggroe Aceh mengucapkan rasa syukur sekaligus apresiasi atas keputusan pemerintah yang menetapkan empat pulau menjadi bagian dari wilayah administratif Aceh.
Selain kepada pemerintah, Tgk Malik juga mengucapkan terima kasih kepada Wakil Presiden RI ke 10 dan 12 M Jusuf Kalla karena telah mau membantu memberikan masukan terhadap masalah pulau ini.
"Saya juga ucapkan terima kasih kepada Bapak Jusuf Kalla yang telah banyak membantu memberi masukan hingga persoalan ini tuntas,â ujarnya.
Tgk Malik menegaskan, keputusan Presiden ini sangat penting dalam rangka menjaga keutuhan wilayah Aceh serta sebagai bentuk penghargaan terhadap sejarah dan masyarakat pesisir.
Mantan Perdana Menteri GAM ini menilai, keputusan tersebut juga dapat memperkuat hubungan sesama antar daerah, serta mendukung pembangunan di kawasan pulau-pulau tersebut.
âSaya berharap masyarakat tetap menjaga persatuan dan memanfaatkan keputusan ini untuk membangun Aceh lebih baik ke depan,â demikian Tgk Malik Mahmud.
- prabowo subianto
- aceh
- sengketa 4 pulau
- wali nanggroe aceh
- tgk malik mahmud al haytar
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Gerakan pangan murah stabilkan harga di Mamuju
-
KemenPU Bangun Pengendali Sedimen di DAS Tamiang, Target Kelar Desember 2026
-
Serat Tak Sekadar Soal Jumlah, Keragaman Jenis Jadi Perhatian
-
Sempat Tertinggal di Menit Berdarah, Prabowo Puji Mati-matian Perjuangan Timnas Indonesia
-
Dana stimulan perbaikan rumah terdampak gempa
-
Russia Peringatkan Barat: Perang Bakal Singkat jika Moskow Diserang
-
Fortuner Terseret 1 Kilometer Tertabrak KA Ijen Ekspres di Jember, Pengemudi Meninggal
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.