MBG Harus Penuhi Syarat Keanekaragaman Pangan

Rabu, 18 Jun 2025, 01:00 WIB

Jakarta - Pakar Gizi Badan Gizi Nasional (BGN) Ikeu Tanziha memastikan mutu Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.

"Ada standar operasional prosedur dalam penerimaan bahan dan pembelian. Untuk distribusi, juga tidak boleh lebih dari 30 menit dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ke sekolah. Ini SOP yang dibuat untuk memastikan makanan ketika sampai ke anak-anak masih segar," katanya dalam siniar yang diikuti di Jakarta, Selasa (17/6).

Ket. Foto: Petugas menyiapkan paket makanan bergizi gratis di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palmerah, Jakarta. — Sumber: Koran Jakarta/M Fachri

Seperti dikutip dari Antara, Ikeu mengatakan Program MBG yang telah berjalan sejak Januari 2025 tentu telah banyak mengalami perbaikan dan evaluasi, termasuk berbagai inovasi yang telah dilakukan baik dari segi pelaksanaan maupun teknologi.

"Kita sudah berjalan sejak Januari, dari situ kita banyak belajar. Sebelumnya, kita juga sudah belajar ke negara-negara lain atau yang sudah kita lakukan dulu. Tentunya kita banyak inovasi dalam pelaksanaan, teknologi, peralatan, dan lain sebagainya," ujar dia.

Ikeu juga mengemukakan bahwa penyelenggaraan MBG merupakan langkah yang strategis dan progresif untuk memperbaiki permasalahan-permasalahan gizi melalui satu pintu, sehingga tidak ada lagi intervensi ganda untuk program yang lebih tepat sasaran dan efisien.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antarlembaga untuk menyukseskan Program MBG karena program unggulan tersebut tidak mungkin berjalan secara optimal jika hanya BGN yang bekerja sendiri.

"Konsumsi atau pangan itu kan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Oleh karena itu, keberhasilannya harus melalui berbagai sektor, baik di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, pengawasan keamanan pangan, maupun agama. Jadi, mari terus maju untuk capaian Program MBG yang lebih optimal," ucapnya.

Menurut dia, Program MBG juga tidak akan efektif apabila masyarakat belum memiliki kesadaran gizi yang baik, sehingga salah satu hal yang juga penting dilakukan yakni terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gizi.

"Gizi adalah fondasi kesehatan, tanpa gizi yang baik kita tidak bisa beraktivitas dan berkonsentrasi, atau mengatur emosi kita. Oleh karena itu, untuk keluarga, makanlah dengan menu yang beraneka ragam, jangan lupa aktivitas fisik, serta jaga berat badan ideal," tuturnya.

Perbaikan Gizi

Pada kesempatan itu, Ikeu menyampaikan ahli gizi dalam Program MBG berperan penting untuk memperbaiki status gizi masyarakat Indonesia.

"Memperbaiki status gizi masyarakat itu peran utama ahli gizi dalam Program MBG, karena mereka yang tahu fungsi makanan itu sendiri. Ahli gizi juga berperan membuat SOP agar makanan itu aman," katanya.

Ia menegaskan ahli gizi juga berperan memantau proses pengolahan makanan seperti apa, sehingga makanan yang disajikan untuk sasaran bisa bermanfaat meningkatkan status gizi masyarakat.

"Ahli gizi membantu pengembangan menu-menu. BGN tidak ada standar menu karena bervariasi di setiap daerah, tetapi, dalam pelaksanaannya, ahli gizi tetap memantau agar MBG yang disajikan memenuhi Angka Kecukupan Gizi (AKG) sesuai usia," ujar dia.

Redaktur: Andreas Tanjung

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.