Kok Bisa! Orang Tua Minta Anaknya Dikeluarkan dari SPMB DKI karena Salah Pilih

Rabu, 18 Jun 2025, 13:56 WIB

JAKARTA – Sejumlah orang tua mendatangi posko pelayanan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur untuk meminta agar anaknya dikeluarkan dari sistem akibat salah memilih sekolah.

Salah satunya warga Cipinang Muara, Riyanti (38) yang mengaku salah memilih sekolah untuk anaknya karena lokasi ternyata jauh dari tempat tinggalnya.

Ket. Foto: Posko pelayanan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2025 milik Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur I di SMK Negeri 26 Jakarta, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (18/6/2025). — Sumber: ANTARA

"Awalnya mau daftar di SD wilayah Cipinang, tapi saya salah klik, jadi yang dipilih di wilayah Duren Sawit. Saya bingung soalnya sekolah itu jaraknya jauh," kata Riyanti saat ditemui di posko pelayanan SPMB Jakarta Timur I yang berada di SMK Negeri 26 Jakarta, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (18/6).

Riyanti menyebut pendaftaran ini merupakan pengalaman pertamanya, sehingga masih sedikit bingung dan terlalu terburu-buru ingin menyelesaikan pendaftaran.

Saat menyadari kesalahannya, Riyanti langsung mendatangi Posko Pelayanan Sudin Pendidikan I dan meminta bantuan untuk nama anaknya yang sudah tercantum di sekolah terdaftar untuk dikeluarkan dari sistem SPMB DKI Jakarta.

"Maksud saya ke sini biar dibantu, saya mau nama anak saya dikeluarkan saja dari sekolah yang sudah saya pilih supaya bisa saya bisa pilih ulang sekolah untuk anak saya," ujar Riyanti.

Riyanti merasa sangat khawatir kalau anaknya lolos di sekolah yang lokasinya jauh dari rumah. Sayangnya, pendaftaran sekolah melalui sistem tak bisa sembarangan diatur oleh panitia, pihak sekolah, ataupun jajaran Sudin Pendidikan Jakarta Timur.

"Tadi ketika ketemu panitia katanya belum bisa langsung pindah. Harus tunggu dulu sampai nama anak saya tidak muncul di dalam sistem SPMB. Jadi semacam terlempar dulu, baru nanti bisa daftar lagi kalau masih ada kesempatan," jelas Riyanti.

Hal serupa dikeluhkan warga asal Kampung Melayu, Jayadi (40) yang menginginkan anaknya dihapus dari sistem SPMB Jakarta karena salah melihat wilayah sekolah.

"Sebenarnya ibunya ini mau klik sekolah di wilayah Kampung Melayu, tapi malah salah klik jadinya di SD wilayah Pondok Bambu, dikiranya itu dekat rumah," kata Jayadi.

Jayadi baru mengetahui kalau dia harus menunggu nama anaknya keluar dari sistem sekolah terdaftar, baru bisa mendaftar ulang dan memilih sekolah tujuan.

"Saya dijelaskan oleh petugas di posko, ternyata saya harus menunggu nama anak dikeluarkan dari sekolah awal, baru bisa daftar ulang. Tapi kalau waktu SPMB sudah ditutup, tidak bisa lagi," ucap Jayadi.

Jayadi mengaku khawatir jika nama anaknya terus ada dalam sistem sekolah terdaftar. Hal tersebut membuatnya tak bisa mendaftarkan anaknya ke sekolah yang menjadi tujuannya.

"Saya takutnya sampai hari terakhir ini nama anak saya masih ada. Kan jadinya mau tidak mau harus di sekolah yang sudah dipilih, meskipun sebenarnya tidak mau," ujar Jayadi.

Adapun pelaksanaan Penerimaan Murid Baru (PMB) sudah dimulai sejak 16 Juni hingga 10 Juli 2025 secara daring untuk jenjang Sekolah Dasar Negeri (SDN), Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN), Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN), dan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN).

Sementara untuk jenjang SPAUDN (Satuan Pendidikan Anak Usia Dini Negeri), Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), dan Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) dilaksanakan secara luring yang dimulai pada 16 Juni hingga 29 Juli 2025.

Total daya tampung jenjang SDN sebanyak 98.019 murid baru, SMPN 72.749 peserta didik baru, SMAN 30.105 murid baru, SMKN 19.914 murid baru, SPAUDN 5.990 murid baru, SLBN 920 murid baru, dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) sebanyak 3.052 murid baru.

Alamat dan nomor telepon posko Penerimaan Murid Baru (PMB) dapat diakses melalui laman resmi Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Tahun Ajaran 2025/2026 dengan tautan sebagai berikut: disdik.jakarta.go.id dan spmb.jakarta.go.id.

  • SPMB DKI

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.