Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kepala BGN Sebut Mayoritas Anak Indonesia Sulit Akses Susu

📅 Selasa, 17 Jun 2025, 01:00 WIB | Oleh:
Kepala BGN Sebut Mayoritas Anak Indonesia Sulit Akses Susu Doc: ANTARA/Linta ng Budiyanti Prameswari
Ket. Kepala BGN, Dadan Hindayana

Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebut 60 persen anak Indonesia tidak mampu membeli susu dan kurang memiliki akses terhadap makan bergizi seimbang.

"60 persen anak Indonesia itu tidak mampu beli susu. 60 persen itu tidak minum susu karena memang orang tuanya tidak mampu beli susu, ini adalah satu kenyataan yang ada," katanya saat ditemui usai konferensi pers bersama Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) di Jakarta, Senin (16/6).

Seperti dikutip dari Antara, Dadan mengatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilengkapi dengan pemberian susu dapat menjadi salah satu solusi bagi masyarakat Indonesia untuk mendapatkan akses ke makanan bergizi.

"Pak Presiden mengatakan bahwa makan bergizi adalah bagian dari strategi (memenuhi kebutuhan gizi anak Indonesia), dan kemudian sekarang, alhamdulillah kami sudah meluncurkan MBG dari 6 Januari 2025 di 26 provinsi, di 192 SPPG. Per hari ini, sudah mencapai 1.785 SPPG di 38 provinsi," ujar dia.

Dadan mengemukakan, selama ini sebagian besar anak Indonesia tumbuh dari keluarga yang pendidikan rata-ratanya hanya sembilan tahun, dengan klasifikasi sebagai masyarakat miskin.

"Sehingga tidak heran, kalau kita dapatkan 60 persen anak Indonesia itu tidak memiliki akses terhadap gizi dengan menu seimbang. Jadi, kalau makan itu ada nasi, ada bala-bala (bakwan goreng), ada mi, atau ada bubur, ada kerupuk itu dimakan, semua karbohidrat. Kemudian, sekarang kita intervensi dengan komposisi gizi yang seimbang," ucapnya.

Menurut dia, dalam seporsi MBG yang dibagikan untuk anak-anak Indonesia, sudah mengandung kebutuhan protein 30 persen, 40 persen karbohidrat, dan 30 persen serat.

"Kemudian, dilengkapi juga dengan susu. Di daerah-daerah di mana sapi perahnya sudah ada, kita optimalkan itu," kata Dadan.

Sebelumnya, Tim Pakar Susu BGN dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Epi Taufik menjelaskan alasan penting pemberian susu dalam Program MBG.

Epi menjelaskan pemberian susu dalam program makan di sekolah (school milk in school meals) telah diterapkan di negara-negara maju.

"Di semua negara, untuk program gizi seimbang, yang di negara kita dikenal dengan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), di dalamnya ada komponen susu. Di Malaysia, Jepang, China, program gizi seimbang itu ada karbohidrat, protein, lemak, termasuk di dalamnya susu, itu termasuk salah satu yang biasa," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.