Fosil Gajah Purba Kudus Hidup Kembali dalam Bentuk Replika untuk Objek Wisata

Senin, 16 Jun 2025, 18:50 WIB

Kudus - Penemuan fosil gajah purba di Situs Patiayam Desa Terban, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang kondisinya hampir utuh mulai dilakukan pencetakan fosil purba (casting fossil) untuk dibuatkan replikasi karena nantinya lokasi temuan dijadikan objek wisata.

"Dari hasil casting tersebut nantinya akan dibuatkan replika untuk ditempatkan di lokasi temuan. Sedangkan fosil asli akan disimpan di museum agar lebih awet dan tidak mudah rusak," kata Koordinator Lapangan Ekskavasi Fosil Gajah Purba Situs Patiayam Kudus Dama Qoriy Arjanto ditemui di sela-sela melakukan penggalian di petak 21 kawasan Situs Patiayam di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Senin (16/6).

Ket. Foto: Dua pekerja tengah mengoleskan cairan silicon untuk pencetakan fosil purba (casting fossil) untuk dibuatkan replikasi di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, dijadikan destinasi wisata baru, Senin (16/6). — Sumber: Antara

Ia mengungkapkan fosil gajah tersebut tidak memungkinkan ditempatkan di lokasi temuannya, karena berada di alam terbuka. Sedangkan proses pencetakannya baru berjalan tiga hari dan membutuhkan waktu hingga dua pekan.

Setelah proses penggalian fosil selesai, maka nantinya akan dibuatkan replika, display, dan papan informasi soal fosil gajah purba elephas hysudrindicus yang diperkirakan hidup antara 800.000 sampai 450.000 tahun yang lalu.

"Fosil gajah tersebut juga ditaksir hidup semasa dengan gajah purba lainnya berjenis stegodon yang fosilnya juga ditemukan di Situs Purbakala Patiayam," ujar Dama Qoriy Arjanto dari Departemen Arkeologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Untuk proses penggalian yang dimulai sejak 9 Juni dan akan berakhir pada 24 Juni 2025, kata dia, saat ini baru mencapai 25 persen. Sehingga perlu penggalian lebih dalam lagi.

Hasil sementara yang mulai nampak, kata dia, tulang-tulangnya, mulai dari tulang belakang, rusuk, kaki, lengan, gigi, dan rahang bawah.

"Keputusan dari para peneliti saat ini yaitu menampakkan terlebih dahulu fosil yang terpendam di dalam tanah. Selebihnya untuk pengangkatan, kami perlu mendiskusikannya bersama para peneliti lainnya," ujarnya.

Proyek ekskavasi tersebut, merupakan buah kerja sama dari sejumlah lembaga. Selain Center for Prehistory and Austronesian Studies (CPAS), juga melibatkan UGM, BRIN, Balai Pelestarian Kebudayaan, Yayasan Dharma Bakti Lestari, dan Museum Patiayam Kudus.

Dengan rencana tersebut, maka pengunjung tidak hanya sekadar melihat koleksi fosil purba yang ada, melainkan bisa langsung ke lokasi penemuan untuk mengetahui jenis lapisan tanahnya sehingga bisa menjadi bahan edukasi, terutama terhadap pelajar maupun mahasiswa.

Sementara jumlah temuan fosil purba dari Situs Patiayam hingga kini mencapai 10.147 fragmen, sedangkan yang dipamerkan melalui ruang pamer di museum baru 200-an fragmen.

Adapun fosil yang ditemukan di Situs Patiayam, mulai dari Stegodon Trigonochepalus (gajah purba), Elephas Sp (juga sejenis gajah purba), Ceruss Zwaani dan Cervus Lydekkeri Martin (sejenis rusa), dan Rhinoceros Sondaicus (badak). Kemudian ada Brachygnatus Dubois (babi), Felis Sp (macan), Bos Bubalus Palaeokarabau (sejenis kerbau), dan Bos Banteng alaeosondaicus, serta Crocodilus sp (buaya), hingga kapak genggam atau chopper.

Redaktur: Andreas Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.