Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PDGI: Perluasan Akses JKN Bisa Perkuat Layanan Gigi dan Kualitas Hidup

📅 Minggu, 15 Jun 2025, 21:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
PDGI: Perluasan Akses JKN Bisa Perkuat Layanan Gigi dan Kualitas Hidup Doc: ANTARA 
Ket. Dokter memeriksa kondisi kesehatan gigi seorang anak saat program Cek Kesehatan Gratis perdana di Puskesmas Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Selasa (11/2/2025).

JAKARTA – Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) mengapresiasi upaya Kementerian Kesehatan memperluas cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk layanan gigi, karena dapat mengurangi beban biaya serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Ketua Umum Pengurus Besar PDGI drg Usman Sumantri dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (15/6), menyebutkan data 2022 BPJS Kesehatan menunjukkan bahwa kunjungan layanan gigi mencapai lebih dari 11 juta dengan estimasi biaya Rp1,2 triliun pada 2030.

“Padahal yang terlayani baru sekitar 10 persen dari mereka yang membutuhkan. Kalau layanan gigi lebih luas terjangkau, tentu ini akan berpengaruh besar terhadap beban biaya dan kualitas hidup masyarakat,” katanya.

Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, katanya, 56,9 persen penduduk usia di atas tiga tahun mengalami masalah gigi dan mulut, dengan 88 persen di antaranya menderita karies, dan 6,2 persen masyarakat menyikat gigi dengan benar.

Selain itu, data program Cek Kesehatan Gratis sejauh ini menunjukkan sekitar 50 persen masyarakat usia 0–60 tahun mengalami gigi berlubang, 37 persen kehilangan gigi, dan 12,4 persen mengalami masalah gusi.

Oleh karena itu, pihaknya menyatakan komitmen untuk memperkuat peran dokter gigi, terutama di layanan primer.

Saat ini, Indonesia memiliki 53.886 dokter gigi dan 699 orang di antaranya dokter spesialis. Artinya, satu dokter spesialis harus melayani sekitar 62 ribu penduduk.

Dia menyatakan PDGI siap mengisi puskesmas yang belum memiliki dokter gigi, yakni sekitar 26,8 persen.

Selain itu, PDGI memberikan sejumlah masukan kebijakan lainnya, seperti penguatan peralatan seperti rontgen gigi dan scaling dasar, serta pengembangan program edukasi dan pencegahan sejak usia sekolah.

Usman menyambut baik langkah Kementerian Kesehatan yang mengupayakan materi tentang kesehatan gigi diprioritaskan dalam kurikulum wajib di PAUD, TK, dan SD, sebagai bentuk pendekatan promotif dan preventif.

Pihaknya juga mendorong perluasan program beasiswa LPDP afirmasi bagi calon dokter gigi dan spesialis agar kebutuhan sumber daya manusia di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan dapat segera terpenuhi.

“Kami siap berkontribusi penuh dalam semua program Kemenkes. Komitmen kami adalah memastikan masyarakat Indonesia mendapatkan layanan kesehatan gigi dan mulut yang merata, berkualitas, dan berkelanjutan,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

55 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.