Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspada! Potensi Pasang Laut hingga 2,8 Meter di Perairan Kaltim

📅 Jumat, 13 Jun 2025, 16:47 WIB | Oleh:
Waspada! Potensi Pasang Laut hingga 2,8 Meter di Perairan Kaltim Doc: Antara/M Ghofar
Ket. Ilustrasi: Teluk Balikpapan, salah satu perairan di Kaltim yang terdampak pasang surut.

BALIKPAPAN - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan mengimbau warga waspada dampak pasang laut setinggi 2,8 meter di pesisir Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), karena bisa menyebabkan banjir rob, tambak terendam, dan dampak lainnya.

"Sejumlah kawasan pesisir di Kaltim berpotensi mengalami pasang laut setinggi 2,8 meter pada 13-15 Juni, sehingga warga setempat harus waspada terhadap dampaknya," ujar Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Diyan Novrida di Balikpapan, Jumat (13/6).

Kawasan pesisir Kaltim yang mengalami pasang laut itu seperti perairan Balikpapan, yakni akan ada pasang setinggi 2,8 meter pada 13-15 Juni pukul 07.00 dan 08.00 Wita.

Di perairan Balikpapan, kata dia, setidaknya terdapat empat kawasan yang terpengaruh langsung oleh pasang surutnya yakni Samboja (Kabupaten Kutai Kartanegara) dan sekitarnya, Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Paser.

Di kawasan pesisir ini, lanjutnya, tersebar banyak tambak yang masih aktif, sehingga ketika ada pasang laut, maka dikhawatirkan budi daya warga baik udang, ikan, maupun kepiting di tambak bisa hilang akibat terdampak arus laut.

Ia mengatakan pasang laut juga bisa mengganggu aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas sosial di kawasan pesisir, bahkan bisa jadi air laut masuk ke pemukiman warga yang dekat pantai, termasuk membahayakan bagi anak-anak yang bermain di pantai.

Diyan melanjutkan peringatan dini juga disampaikan untuk warga di sejumlah kawasan pesisir lainnya, seperti di muara Sungai Mahakam (Pulau Nubi) dan sekitarnya, yakni pasang tertinggi diperkirakan pada 14 Juni setinggi 2,8 meter pada pukul 08.00 Wita.

Sedangkan surut terendah hanya 0,4 meter yang diperkirakan terjadi pada 14 Juni 2025 pada pukul 01.00 dan 24.00 Wita.

Kemudian di muara Sungai Berau, Kabupaten Berau, pasang laut tertinggi diperkirakan terjadi pada 13 Juni 2025 dengan ketinggian 2,8 meter pukul 09.00 Wita, lantas surut terendah 0,4 meter pada 15 Juni pada pukul 04.00 Wita. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.