Ucapan Fadli Zon Adalah Sebuah Dusta karena Menyangkal Pemerkosaan saat Kerusuhan Mei 1998

Jumat, 13 Jun 2025, 20:44 WIB

JAKARTA – Menteri Kebudayaan Fadli Zon berdusta dengan menyangkal tak ada pemerkosaan massal dalam kerusuhan 1998. “Fadli Zon dusta itu,” tandas relawan dan aktivis perempuan Ita Fatia Nadia, Jumat (13/6).

Ita menilai, pernyataan Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang menyebut tidak ada pemerkosaan dalam kerusuhan Mei 1998 adalah sebuah dusta.

Ket. Foto: kerusuhan 1998 — Sumber: ist

"Jadi apa yang disampaikan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon, itu adalah sebuah dusta," kata Ita dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Jumat (13/6).

Menurutnya, seorang menteri semestinya mengembalikan memori atau ingatan sebagai reparasi untuk menyembuhkan trauma bangsa ini.

Ita mengatakan saat menjadi Tim Relawan Kemanusiaan yang digagas Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, dia dan relawan lainnya sampai kewalahan menangani banyaknya pemerkosaan di Jakarta Mei 1998.

Lebih dari itu, menteri tidak boleh berucap seperti itu. Pernyataannya tak mengobati tapi membuka luka lama dan tidak punya hati kepada para korban serta keluarganya. Alih-alih minta maaf, malah menyangkal!

“Saya menuntut Fadli Zon minta maaf kepada korban karena sampai saat ini para korban masih traumatic,” tandas Ita.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.