Pemerkosaan Massal Saat Kerusuhan Mei 1998 Disangkal Fadli Zon, Warga Menghujatnya. Kira-kira Siapa di Balik Kerusuhan

Jumat, 13 Jun 2025, 20:27 WIB

JAKARTA – Warga menghujat Menteri Kebudayaan Fadli Zon karena menyangkal pemerkosaan massal saat kerusuhan Mei 98. Menurut sejarawan dan aktivis perempuan Ita Fatia Nadia pernyataan Fadli Zon yang menyebut tidak ada pemerkosaan dalam kerusuhan Mei 1998 adalah sebuah dusta.

Ita mengatakan saat menjadi Tim Relawan Kemanusiaan yang digagas Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, dia dan relawan lainnya sampai kewalahan menangani banyaknya pemerkosaan di Jakarta Mei 1998.

Ket. Foto: kerusuhan 1998 — Sumber: ist

“Yang disampaikan Menteri Kebudayaan Fadli Zon itu sebuah dusta,” tandas Ita, Jumat (13/6). Lalu kira-kira apa maksud Fadli mengatakan itu. Ya kalau dirunut, dia ikut siapa, dibesarkan siapa, mungkin akan sampai ke “maklum” kalau dia membuat penyangkalan seperti itu. Masyarakat mungkin belum lupa kasus kerusuhan Mei 1998 dan orang-orang di baliknya.

Lebih dari itu, menteri tidak boleh berucap seperti itu. Pernyataannya tak mengobati tapi membuka luka lama dan tidak punya hati kepada para korban serta keluarganya. Alih-alih minta maaf, malah menyangkal!

“Saya menuntut Fadli Zon minta maaf kepada korban karena sampai saat ini para korban masih traumatic,” tandas Ita.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.