Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hadapi Dampak Perubahan Iklim, Pemprov NTB Perkuat Fondasi Desa

📅 Kamis, 12 Jun 2025, 21:20 WIB | Oleh:
Hadapi Dampak Perubahan Iklim, Pemprov NTB Perkuat Fondasi Desa Doc: ANTARA/Sugiharto Purnama
Ket. Warga meninjau dampak banjir akibat luapan sungai yang merendam pemukiman di Desa Kuranji, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Selasa (11/2).

MATARAM - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong masuknya rencana pembangunan desa yang mempertimbangkan aspek mitigasi dan adaptasi terhadap bencana agar memperkuat fondasi desa dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

"Mitigasi dan pencegahan bencana harus dimasukkan ke dalam rencana pembangunan desa," kata Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, serta Kependudukan dan Pencatatan Sipil (PMPD Dukcapil) NTB Teguh Gatot Yuwono di Mataram, Kamis.

Teguh menuturkan penghasilan mayoritas penduduk di Nusa Tenggara Barat adalah pertanian bidang tanaman pangan yang sensitif terhadap setiap perubahan cuaca dan suhu.

Dari 1.021 desa pada delapan kabupaten yang ada di Nusa Tenggara Barat terdapat 893 desa di mana penduduknya menggantungkan hidup dari hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan. Dari 893 desa itu ada 760 desa yang penduduknya memperoleh sumber penghasilan utama dari tanaman pangan.

Ketika kondisi iklim berubah, maka situasi itu bisa berdampak buruk terhadap ketahanan pangan daerah lantaran perubahan iklim mempengaruhi hasil produksi tanaman pangan yang dibudidayakan oleh para petani.

"Sekarang tahun 2025, kita merasakan hujan agak panjang. Ini berpengaruh bagi petani-petani yang sedang menanam jagung dan tembakau, tanaman mereka bisa rusak," kata Teguh.

"Bagi padi justru menghasilkan. Petani senang dengan kondisi musim hujan yang panjang, tetapi berisiko juga jika di pertengahan tahun hujan hilang terus kemudian musim kemarau datang, habis semua (tanaman padi)," imbuhnya.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Nusa Tenggara Barat 2025-2029, Pemerintah NTB menyiapkan program Desa Berdaya yang memuat 20 agenda kerja prioritas.

Adaptasi dan mitigasi bencana yang berkaitan dengan perubahan iklim masuk ke dalam salah satu dari 20 agenda kerja tersebut, yakni Desa Tangguh Bencana dan Desa Hijau.

Desa Tangguh Bencana bertujuan untuk meningkatkan kapasitas daerah, ketangguhan, dan pengurangan risiko bencana di tingkat desa, sekolah yang aman bencana, sistem informasi SIAGA bencana.

Sedangkan, Desa Hijau bertujuan mewujudkan lingkungan desa yang bersih, sehat, dan lestari melalui pengelolaan sumber daya alam secara bijak dan berkelanjutan, mengembangkan ekonomi hijau berbasis potensi lokal, pemanfaatan energi terbarukan yang ramah lingkungan untuk ketahanan energi desa.

Kepala Bidang Perencanaan Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah Bappeda NTB, Firmansyah menjelaskan bahwa agenda kerja Desa Hijau untuk melakukan upaya revitalisasi berbagai sumber daya alam yang telah hilang atau rusak agar kembali ke situasi semula, seperti pemuliaan mangrove untuk membentengi pesisir dari ancaman abrasi dan kenaikan muka air laut.

Dia mengungkapkan bahwa pemerintah tidak ingin tampil di depan dalam bentuk kelembagaan, sehingga saat ini mulai mengurangi inisiasi-inisiasi yang berbentuk kelembagaan.

"Makanya konteks Desa Berdaya munculnya seperti itu, bukan dengan membangun lembaga Desa Berdaya. Konteksnya adalah membantu menyelesaikan masalah dan mengoptimalkan keunggulan, sehingga intervensinya adalah peningkatan kapasitas dan cakupan luasan dari yang sudah ada di tempat (desa) itu," pungkas Firmansyah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

55 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.