Menjaga Kedaulatan Uang, BI Edarkan Rupiah hingga Pelosok Aceh
📅 Rabu, 11 Jun 2025, 17:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Rahmat Fajri
BANDA ACEH - Rupiah bukan hanya alat tukar, tetapi juga simbol kedaulatan dan pemersatu bangsa.
Dengan menggunakan dan merawat rupiah dalam kehidupan sehari-hari, ini menunjukkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap bangsa dan negara.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh bekerja sama dengan TNI-AL mengedarkan uang rupiah ke lima daerah kepulauan tertinggal, terdepan dan terluar (3T) di Aceh, dan ekspedisi ini juga diisi dengan edukasi cinta rupiah kepada masyarakat.
"Dalam rangka pengedaran uang di daerah 3T, maka kita mengadakan ekspedisi rupiah berdaulat 2025," kata Kepala Perwakilan BI Aceh, Agus Chusaini, di Banda Aceh, Rabu (11/6).
Kegiatan ekspedisi rupiah berdaulat 2025 dilaksanakan Bank Indonesia bersama TNI AL Lanal Sabang pada 11-17 Juni 2025. Perjalanan ini menggunakan KRI Imam Bonjol 383.
Sebaiknya Anda baca juga:
Adapun tujuan ekspedisi rupiah tersebut yakni ke Pulau Weh Sabang, Pulau Nasi dan Breuh Kabupaten Aceh Besar, Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil dan Pulau Simeulue.
Agus menyampaikan, ekspedisi rupiah berdaulat ini pada dasarnya sama seperti pelaksanaan kas keliling. Tetapi, yang membedakan adalah pengedaran uang ini untuk wilayah 3T.
Dirinya menyadari bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan, tetapi sejauh ini belum memiliki infrastruktur yang merata untuk menjangkaunya. Maka, tantangan ini harus dipecahkan, dan kerjasama dengan TNI AL menjadi salah satu solusi menjangkau wilayah kepulauan di Aceh.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ekspedisi ini untuk memenuhi tempat-tempat yang sulit dijangkau. Makanya, kita Bank Indonesia bekerjasama dengan TNI AL untuk mendistribusikan disana," ujarnya.
Dirinya menyebutkan, dalam ekspedisi ini, tim membawa uang rupiah sebanyak Rp5 miliar, dan untuk pembagiannya nanti dilihat dari kebutuhan daerah masing-masing, tanpa batasan tertentu.
Selain itu, kata Agus, tujuan lainnya dari ekspedisi ini juga untuk memenuhi kebutuhan uang, menjaga kualitasnya selalu baik, dan pecahannya harus sesuai kebutuhan ekonomi di wilayah masing-masing.
"Ini juga untuk menarik uang lusuh dan menggantikannya dengan uang baru. Kita ingin memberikan keceriaan pada masyarakat di daerah 3T," katanya.
Agus menambahkan, ekspedisi rupiah ini bukan hanya sekedar mendistribusikan uang saja, melainkan juga diisi dengan edukasi kepada masyarakat di wilayah terluar tentang cinta, bangga dan paham rupiah.
"Edukasi untuk masyarakat ini juga diharapkan agar mereka bisa menjaga rupiah dengan lebih baik," ujar Agus Chusaini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!