Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Marak PHK Tenaga Pariwisata, Apakah Ini Pertanda Pariwisata Bali Masuki Masa Kelam?

📅 Rabu, 11 Jun 2025, 14:20 WIB | Oleh:
Marak PHK Tenaga Pariwisata, Apakah Ini Pertanda Pariwisata Bali Masuki Masa Kelam? Doc: antara foto
Ket. Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana

DENPASAR - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengatakan segera mengkaji laporan soal sekitar 100 tenaga kerja pariwisata di Bali terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) tahun ini.

“Mengenai PHK, kami sedang mengkaji,” kata Menpar, usai membuka Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) di Kabupaten Badung, Rabu (11/6).

Dinas Ketenagakerjaan Bali mendata sekitar 100 laporan PHK terhadap tenaga kerja pariwisata di Kabupaten Badung yang dikaitkan dengan turunnya agenda Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) atau pertemuan dan konferensi yang biasa digelar pemerintah.

Menteri Pariwisata menyadari hal itu, ia memahami beberapa bulan terakhir terjadi penurunan okupansi di sektor pariwisata.

Widiyanti mengakui hal ini disebabkan oleh penyesuaian pola penghematan pemerintah.

Namun, menurutnya lagi, setelah Kementerian Dalam Negeri mengeluarkan kebijakan baru yaitu pemerintah daerah dapat melakukan pertemuan di hotel dan restoran, semestinya kondisi industri pariwisata dapat membaik.

“Tapi dari pemerintah, Kemendagri telah mengeluarkan imbauan bahwa pemerintah daerah dapat mulai bekerja dan rapat, melakukan kegiatan-kegiatan di hotel-hotel, jadi kami harap okupansi dan pendapatan dari MICE akan membaik,” ujar Menteri Pariwisata.

Sementara untuk memulihkan kondisi pariwisata sebelum kegiatan pertemuan dan konferensi pulih, pemerintah menawarkan insentif seperti diskon perjalanan, pesawat, kereta, kapal, dan tol.

“Harusnya itu akan memperbaiki perjalanan wisatawan ke Bali, mudah-mudahan kita lihat bahwa keadaan akan membaik, sehingga orang-orang dirumahkan bisa kembali bekerja,” ujar Menteri Pariwisata.

Sebelumnya, Wakil Ketua PHRI Bali Gusti Ngurah Rai Suryawijaya mengatakan kegiatan pertemuan dan konferensi di Bali mengambil 30 persen porsi kunjungan wisata sementara 70 persennya diisi wisatawan yang hanya untuk liburan.

Menurut dia, semestinya tidak terjadi PHK sebab kunjungan wisatawan di luar keperluan bisnis ini tetap tinggi dengan catatan okupansi hotel saat ini mencapai 70 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
Danantara Borong Saham Burs...
Ekonomi
BI Tangkap Sinyal Ekspansi ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.