Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur Pramono: Sistem ITCS Perbaiki Peringkat Kemacetan Jakarta

📅 Rabu, 11 Jun 2025, 15:25 WIB | Oleh:
Gubernur Pramono: Sistem ITCS Perbaiki Peringkat Kemacetan Jakarta Doc: Reza Pratama Putra

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau Intelligent Traffic Control System (ITCS) pada 65 simpang di Jakarta, di Kantor UP SPLL Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Gedung Dinas Teknis Abdul Muis, Rabu (11/6).

Dalam kunjungannya ini, Pramono mengaku puas terhadap implementasi sistem ITCS yang telah mengadopsi teknologi artificial intelligence (AI) dalam mengatur lalu lintas Jakarta.

"Secara singkat, saya mendapatkan jawaban yang memuaskan. Sebenarnya sistemnya sudah cukup baik, hanya memang masih kurang," ujar Gubernur Pramono.

Ia menyebut jumlah persimpangan yang telah dilengkapi sistem ITCS saat ini masih minim. Dari 321 persimpangan yang ada di Jakarta, baru 65 persimpangan yang dilengkapi sistem ini.

Karena itu, Gubernur Pramono menginstruksikan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta agar secara bertahap merencanakan pemasangan ITCS untuk memenuhi kebutuhan pengaturan lalu lintas di Jakarta. Dengan demikian, manfaatnya pun bisa dirasakan masyarakat secara menyeluruh.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, implementasi ITCS ini mendorong peringkat Jakarta dalam TomTom Traffic Index. Dari semula menempati peringkat ke-30 sebagai kota termacet di dunia pada 2023, Jakarta kini berhasil naik ke peringkat ke-90 pada 2024.

Meskipun demikian, Gubernur Pramono menyoroti beberapa penyebab kemacetan yang masih harus diselesaikan. Salah satu penyebab kemacetan yang sering terjadi yakni pekerjaan lapangan seperti penggalian kabel dan proyek sumber daya air yang seringkali tidak tertata dengan baik.

"Seperti kemarin, kami secara khusus mengadakan rapat ini. Pekerjaan di Sumber Daya Air, Kementerian PU, penggalian kabel-kabel dan sebagainya ini yang mengganggu," ungkap dia.

Karena itu, ia meminta agar pekerjaan-pekerjaan tersebut ditertibkan, terutama pekerjaan yang dilakukan dalam jangka panjang. Selain itu, Pemprov DKI juga akan berkoordinasi dengan kementerian terkait agar penyekat proyek yang tidak dilanjutkan pengerjaannya segera dibuka untuk mencegah kemacetan.

Gubernur Pramono pun mengakui bahwa kemacetan masih menjadi masalah saat ada kegiatan atau peristiwa seperti kunjungan tamu negara, pascabanjir, atau kecelakaan. Namun dengan pemetaan akar masalah yang lebih jelas, ia optimistis dapat mengatasi masalah kemacetan secara bertahap.

Penanganan kemacetan ini menjadi prioritas utama Pemprov DKI, selain menyelesaikan masalah lainnya seperti sampah dan banjir. Ia berharap dengan Perpres (peraturan presiden) baru dari pemerintah pusat, masalah sampah dapat terselesaikan melalui pembangkit listrik tenaga sampah atau insinerator.

Sedangkan untuk banjir, Pemprov akan segera melakukan normalisasi Sungai Ciliwung setelah penlok (penetapan lokasi) diterbitkan.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo menambahkan, pihaknya telah menyiapkan sekitar 25 petugas dalam satu sif untuk mengawasi sistem ITCS ini. Selain itu, juga telah disiapkan call center untuk membantu melakukan penanganan keluhan.

"Tentu kami call center-nya ada dan juga terkoneksi langsung dengan CRM. Sehingga SOP untuk penanganan setiap ada keluhan itu kami maksimum tiga jam itu sudah diselesaikan," ungkap dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.