Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

SMP Hindu Pertama di Buleleng Wisuda 33 Siswa

📅 Senin, 09 Jun 2025, 19:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
SMP Hindu Pertama di Buleleng Wisuda 33 Siswa Doc: Antara Foto
Ket. Pendidikan Hindu di Bali melangkah maju. SMP Hindu pertama di Buleleng tamatkan 33 siswa dalam momen bersejarah yang sarat makna spiritual dan budaya.

Sekolah Menengah Pertama bercirikan agama Hindu pertama di Kabupaten Buleleng, Bali yakni Madyama Widyalaya Jnana Dharma Sastra telah menamatkan lulusan perdana sebanyak 33 siswa.

"Kelulusan dirangkaikan dengan upacara 'samawartana' atau upacara Hindu masa brahmacari yang merupakan masa berakhirnya pendidikan formal," kata Kepala Sekolah Madyama Widyalaya Jnana Dharma Sastra Buleleng Kadek Adi Suartawan di Singaraja, Senin.

Ia menjelaskan samawartana dan pelepasan sebagai langkah akhir pada proses pendidikan pada sekolah umum bercirikan agama Hindu tingkat menengah pertama dan satu-satunya di Buleleng tersebut.

Sebelumnya siswa telah mengikuti ujian secara teoretik dan praktek sebagai syarat kelulusan siswa kelas sembilan. Bahkan, siswa telah mengikuti ujian akhir khusus mata pelajaran keagamaan seperti tattwa (filsafat), susila (etika), acara agama Hindu (upakara) dan sejarah kebudayaan Hindu.

Adi Suartawan juga mengungkapkan, samawartana sendiri adalah ritual khas sekolah keagamaan Hindu. Dimana ketika awal masuk sekolah Hindu, para siswa telah mengikuti upanayana. Ketika akhir proses pendidikan, dilaksanakan upacara samawartana.

"Menariknya, pada prosesi samawartana ini, kami padukan dengan pelepasan siswa (graduation) sehingga ada kolaborasi antara tradisi dan modernisasi," papar dia.

Pihaknya lebih jauh mengungkapkan, pasca lulus dari widyalaya. Para siswa bisa masuk ke sekolah mana saja, baik itu SMA/SMK Hindu, SMA/SMK umum maupun jenjang lain yang setingkat.

"Jadi, sekolah widyalaya itu sekolah umum bercirikan agama Hindu. Jadi, dasarnya ya sekolah umum. Hanya saja, kami punya ciri khas pada aspek pendidikan keagamaan Hindu," kata dia sembari menuturkan bahwa total siswa dari kelas tujuh, delapan dan sembilan berjumlah 63 orang siswa.

Pihaknya juga lebih jauh memaparkan, Madyama Widyalaya Jnana Dharma Sastra telah meraih berbagai capaian seperti status akreditasi baik pada akreditasi perdana pada 2024 lalu.

Widyalaya tersebut juga telah menorehkan berbagai prestasi siswa baik dari tingkat daerah, provinsi, hingga nasional. "Siswa kami sudah langganan juara. Mulai dari lomba bidang saintek dan juga agama Hindu," katanya.

Saat ini, kata dia, pihaknya terus melakukan pengembangan dengan setiap tahun melakukan perbaikan sarana dan prasarana. Bukan hanya itu saja, pihaknya terus mendorong tenaga guru untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang strata dua.

"Kami tahun ini akan memiliki 6-7 guru yang tamat S2 dari total 13 guru. Sisanya sadang berproses. Target kami satu sampai dua tahun lagi. Semua guru bergelar S2," terang dia.

Menurutnya, kompetensi guru sangat menentukan seberapa baik dan bagusnya suatu lembaga pendidikan. Tidak hanya mengejar pendidikan. Para guru kini juga telah berproses sertifikasi agar menjadi guru profesional.

"Fokus kami adalah para guru. Syukur sudah ada pendataan dan proses 'running' untuk sertifikasi guru mata pelajaran (mapel) agama Hindu dan mapel umum di lembaga kami," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Aldila Tak Mampu Menerobos Semifinal WTA Ningbo

19 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Aldila Tak Mampu Menerobos ...

El Clasico Jadi Laga Superman Kontra Batman

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
El Clasico Jadi Laga Superm...

Perlu Diperbanyak Kontes Film Pendek Guna Dorong Kreativitas

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perlu Diperbanyak Kontes Fi...
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.