Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Thenblank, Jenama Fashion Urban yang Lahir dari Ruang Tamu Sempit

📅 Jumat, 06 Jun 2025, 14:50 WIB | Oleh:
Thenblank, Jenama Fashion Urban yang Lahir dari Ruang Tamu Sempit Doc: Shopee
Ket. Founder of Thenblank Mutiara Kamila Athiyya.

Pertumbuhan merek lokal di Jakarta, salah satunya didorong oleh industri fashion wanita yang terus mengalami perkembangan. Di tengah kompetisi yang semakin ketat merek Thenblank dengan pendekatan humanized minimalism.

Konsep tersebut dapat diartikan sebagai desain yang menggabungkan prinsip minimalisme (kesederhanaan, kebersihan visual, fungsionalitas) dengan sentuhan yang lebih hangat, manusiawi, dan emosional.

Thenblank sendiri mengartikan istilah humanized minimalism sebagai produk desain minimalis dan serbaguna (versatile) namun dikemas lewat cara bercerita (story telling) yang relevan dengan gaya hidup perempuan muda urban di Indonesia.

Sejak didirikan pada tahun 2015, Thenblank tumbuh dari spirit Jakarta yang cepat, dinamis, namun tetap menjunjung estetika dan kerapihan. Nilai-nilai itu tidak hanya diterjemahkan ke dalam setiap koleksi busananya, tapi juga strategi dalam menjangkau konsumen yang lebih luas di ranah digital melalui kolaborasi strategis bersama Shopee.

Founder of Thenblank Mutiara Kamila Athiyya, menuturkan ia memulai bisnis ini di usia 15 tahun, sebuah usia yang bagi banyak orang mungkin masih dianggap terlalu muda untuk bermimpi besar. Tapi baginya mimpi justru harus dimulai sedini mungkin.

“Semuanya kami mulai dari nol, setiap proses, sekecil apapun, segalanya terasa berarti. Saya belajar membentuk sistem kerja yang profesional, meskipun kami adalah tim yang masih sangat muda dengan rata-rata umur di bawah 30 tahun,” katanya.

Awalnya semua dilakukan secara manual, mulai produksi yang dulu dilakukan serba manual, menyusun SOP dari kertas kosong, sampai membangun relasi yang sehat dan jangka panjang dengan para mitra.

“Tentu semua kami lakukan dengan prinsip saling percaya karena ingin tumbuh bersama," ungkap Mutiara.

Sebagai bagian dari ekosistem kreatif Jakarta, perjalanan Thenblank dimulai secara sederhana, dari sebuah ruang tamu kecil di pinggiran kota. Saat itu, sang pendiri yang lahir tahun 1999 itu, masih duduk di bangku kelas dua SMA.

Berbekal modal 1.500.000 rupiah dan mimpi besar untuk menciptakan pakaian harian yang tetap stylish dan nyaman merek ini dimulai. Kecintaannya pada fashion tumbuh secara organik, terinspirasi dari sang Ibu yang memiliki butik kecil.

Dari situ, Mutiara belajar tentang dunia tekstil dan desain. Dari sini ia bersemangat mencari ciri khas jenamanya sendiri, untuk menjadi merek lokal yang kuat di lini pakaian harian (daily wear) hingga pakaian kerja (workwear). 

Terjemahkan Setiap Momen

Lebih dari sekadar tren, kekuatan utama Thenblank terletak pada kemampuannya membaca momen-momen kehidupan dan menerjemahkannya ke dalam koleksi busana. Pendekatan ini terlihat jelas dalam beberapa koleksi tematik yang dirancang dengan cermat.

Seri “Back to Office” misalnya, diluncurkan saat masa transisi pasca pandemi, ketika masyarakat mulai kembali beraktivitas dan membutuhkan busana yang nyaman. Lalu ada “Raya: Nostalgia” (2024) dan “Raya: Temurun” (2025), dua koleksi yang dirancang menyambut momen Lebaran dengan sentuhan kekayaan budaya. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.