Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kasus Positif TBC di Lebak 2.301 Orang dan 32 Meninggal 

📅 Rabu, 04 Jun 2025, 12:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kasus Positif TBC di Lebak 2.301 Orang dan 32 Meninggal  Doc: ANTARA
Ket. Seorang warga Rangkasbitung Kabupaten Lebak melakukan pengasapan dan pengambilan dahak karena kasusnya sudah tiga pekan batuk untuk mengetahui Tuberkulosis.

LEBAK – Kasus positif Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Lebak, Banten selama Januari–April 2025 tercatat 2.301 orang dan 32 orang dilaporkan meninggal dunia akibat keterlambatan penanganan dan tidak mematuhi minum obat.

Pelaksana Harian Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak, Endang Komarudin, di Lebak, Rabu (04/6), mengatakan pemerintah daerah saat ini gencar melakukan skrining TBC untuk memutus mata rantai penularan penyakit itu, karena tren setiap tahun meningkat.Periode Januari–April 2025 tercatat 2.301 orang positif TBC, termasuk 315 anak.

Penapisan terhadap warga yang mengalami kontak dengan penderita TBC dan setiap temuan kasus, minimal delapan rumah di sekitar penderita karena potensi penularan yang dapat berkembang secara eksponensial.

Selain itu, penapisan diterapkan kepada masyarakat yang mengalami batuk lebih dari tiga bulan, sedangkan pasien terkonfirmasi positif TBC diwajibkan menjalani pengobatan selama 6–12 bulan tanpa putus.

Pengoptimalan skrining untuk mendukung Kementerian Kesehatan meminimalisasi TBC 2030.Pemeriksaan dugaan TBC, kata dia, tahun ini ditargetkan capaian program pelayanan standar minimal (PSM) 29.290 orang, sedangkan hingga April terealisasi 9.494 orang atau 32 persen.

Oleh karena itu, petugas medis mengoptimalkan skrining juga dilakukan terhadap masyarakat yang mengalami batuk-batuk lebih dari tiga bulan.

Pihaknya berupaya menemukan kasus TBC sebanyak-banyaknya untuk memutus mata rantai penularan penyakit tersebut.

"Pengobatan TBC sebenarnya bisa sembuh total jika pasien mematuhi jadwal minum obat," ujarnya.

Ia mengatakan semua pasien TBC diwajibkan menjalani tes cepat molekuler (TCM) sebagai bagian dari diagnosis, sebelum menerima pengobatan gratis sesuai standar.

Selain itu, upaya pencegahan dilakukan melalui edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).Masyarakat diminta menjaga ventilasi rumah, menghindari rokok, alkohol, dan begadang, serta memastikan lingkungan yang bersih.

"Kami mengoptimalkan pelacakan setiap pekan untuk menemukan kasus TBC secara dini," kata Endang.

Kepala Puskesmas Rangkasbitung, Yayang Citra Gumilar, mengatakan pihaknya terus mengoptimalkan kasus pelacakan untuk menemukan kasus baru dengan melakukan skrining terhadap warga yang kontak erat dengan penderita positif TBC.

Pelacakan dilakukan setiap Kamis ke rumah penderita positif TB yang melibatkan kader dari kalangan warga setempat.

Apabila hasil skrining itu positif, katanya, dilakukan pengobatan selama enam bulan tanpa putus dengan melibatkan pengawasan minum obat (PMO) dari keluarga mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
ASN di Kepulauan Riau Bisa ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...

Tangerang Bergetar Dengar Konser Symphony of Giving

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.