Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ternyata Ini Alasan Bupati Bogor Ganti Nama Jalan dan Seluruh RSUD

📅 Selasa, 03 Jun 2025, 20:44 WIB | Oleh:
Ternyata Ini Alasan Bupati Bogor Ganti Nama Jalan dan Seluruh RSUD Doc: ANTARA/M Fikri Setiawan
Ket. Bupati Bogor Rudy Susmanto dalam "Podcast Bicara di Antara Megapolitan" di Rumah Dinas atau Pendopo Bupati Bogor di Cibinong, Minggu (1/6).

KABUPATEN BOGOR - Bupati Bogor Rudy Susmanto menjelaskan alasan dirinya mengganti nama beberapa ruas jalan dan seluruh RSUD di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi nama tokoh bangsa hingga pahlawan nasional.    

Alasan tersebut ia sampaikan dalam "Podcast Bicara di Antara Megapolitan" di Rumah Dinas atau Pendopo Bupati Bogor di Cibinong, Minggu.  

Rudy Susmanto menegaskan bahwa kemerdekaan yang dinikmati bangsa Indonesia saat ini tidak didapat secara cuma-cuma, melainkan hasil perjuangan panjang para pahlawan yang mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, bahkan nyawa.

"Tanah yang kita injak dan udara yang kita hirup ini tidak gratis dan tidak dibayar dengan uang. Ini adalah hasil perjuangan dari para pendahulu bangsa kita," ujar Rudy.

Beberapa nama pahlawan yang diabadikan menjadi nama jalan dan rumah sakit yaitu, RE Martadinata untuk ruas jalan di Kawasan Puncak, Jenderal Sudirman untuk ruas Stadion Pakansari - Simpang Kandang Roda, Soekarno Hatta untuk ruas Simpang Kandang Roda - Tugu Pancakarsa.

Kemudian, untuk RSUD Cibinong kini menjadi RSUD Bakti Pajajaran, RSUD Ciawi kini menjadi RSUD KH Idham Chailid, RSUD Leuwiliang kini menjadi RSUD R. Moh.Noh Nur dan RSUD Cileungsi kini menjadi RSUD RH. Satibi.

Menurut Rudy, langkah ini bukan hanya sebagai bentuk penghormatan, tetapi juga bertujuan mendidik masyarakat tentang nilai-nilai perjuangan bangsa.

"Seluruh kantor pemerintah di Kabupaten Bogor, seperti kantor bupati dan kantor SKPD, ke depan harus bisa menjadi media edukasi untuk masyarakat," katanya.

Dalam kesempatan itu, Rudy juga menyebut sejumlah tokoh pahlawan, seperti Subianto Djojohadikusumo yang gugur di usia 21 tahun dalam pertempuran Lengkong, serta Panglima Besar Jenderal Sudirman yang wafat di usia 34 tahun.

Ia menekankan bahwa pengorbanan mereka bukan sekadar keringat, tetapi darah, air mata, dan nyawa.

"Tokoh pahlawan di sini bukan sekadar penghias ruangan. Jasad mereka memang telah bercampur dengan tanah, namun semangat perjuangannya tetap hidup di tengah masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Bogor," ujarnya.

Menanggapi kemungkinan polemik terkait penamaan fasilitas publik dengan nama pahlawan, Rudy mengajak semua pihak untuk merenung.

"Kalau penamaan nama pahlawan menjadi polemik, coba ambil kaca besar dan berkaca, apakah kita sudah layak berdiri di atas tanah yang dimerdekakan oleh para pejuang?" pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.