Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RI-Australia Canangkan Program Kampus Bersama

📅 Selasa, 03 Jun 2025, 17:41 WIB | Oleh:
RI-Australia Canangkan Program Kampus Bersama Doc: ANTARA/HO-Kemdiktisaintek
Ket. Mendiktisaintek Brian Yuliarto (kanan) menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Australia untuk Indonesia Roderick Brazier (kiri) di Kantor Kemdiktisaintek di Jakarta, Senin (2/6).

JAKARTA - Pemerintah RI melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Pemerintah Australia mencanangkan berbagai kerja sama bidang pendidikan tinggi, melalui sejumlah program, seperti Kampus Bersama dan Joint Program.

"Tentu saja kita memiliki sejarah panjang kerja sama, terutama di sektor pendidikan tinggi, sains, dan teknologi. Saya sangat antusias untuk mendiskusikan rencana pembaruan MoU (nota kesepahaman) sebagai langkah awal untuk memperkuat kolaborasi kita ke depan," kata Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto melalui keterangan di Jakarta, Selasa (3/6).

Hal tersebut mengemuka saat dia menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Australia untuk Indonesia Roderick Brazier di Kantor Kemdiktisaintek di Jakarta, Senin (2/6).

Ia mengapresiasi kontribusi Pemerintah Australia dalam mendukung pembangunan pendidikan di Indonesia, termasuk melalui kehadiran kampus cabang universitas-universitas ternama Australia, seperti Monash University di Jakarta, Deakin University di Bandung, dan Western Sydney University di Surabaya.

"Saya pribadi berharap universitas-universitas Australia dapat membuka lebih banyak program studi di kampus cabangnya di Indonesia, agar lebih berkelanjutan dan memberikan pilihan lebih luas bagi mahasiswa Indonesia," ujarnya.

Ia mengusulkan pengembangan model kolaborasi pendidikan yang lebih terintegrasi dengan mendorong kampus berasal dari Australia tidak hanya membuka kampus baru, tetapi juga membangun program bersama langsung di kampus mitra Indonesia sejak awal perkuliahan.

"Dibandingkan sistem 3+1 yang terpisah, saya membayangkan program Joint Degree yang benar-benar dibangun bersama dari awal, dengan dosen dan kurikulum dari kedua belah pihak, serta pembelajaran yang berlangsung secara paralel di Indonesia dan Australia," katanya.

Menteri Brian berharap, program-program seperti Visiting Professor dan Joint Degree dapat segera terwujud.

Menurut dia, kolaborasi ini akan membawa manfaat nyata, tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi penguatan ekosistem riset dan inovasi kedua negara.

Dubes Brazier menyatakan kesiapan Pemerintah Australia menjajaki konsep tersebut lebih lanjut bersama tim dari Kemdiktisaintek.

Ia menyampaikan rencana penyelenggaraan sejumlah agenda di bawah payung kerja sama KONEKSI, termasuk acara penghargaan bagi penerima hibah Just Energy Transition serta knowledge exchange pada Oktober mendatang.

Selain itu, ia menyebutkan bahwa Pemerintah Australia berharap dapat menjajaki fleksibilitas tambahan untuk pengembangan program studi baru di kampus-kampus cabangnya di Indonesia.

"Kami ingin anda tahu bahwa Australia selalu terbuka untuk para pemikir terbaik dari Indonesia. Hingga kini, ada lebih dari 200.000 alumni asal Indonesia, termasuk beberapa menteri kabinet saat ini," ucap Roderick Brazier. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.