Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Larangan Study Tour Sekolah Berdampak Besar ke Pariwisata: Saatnya Industri Berinovasi

📅 Selasa, 03 Jun 2025, 19:30 WIB | Oleh:
Larangan Study Tour Sekolah Berdampak Besar ke Pariwisata: Saatnya Industri Berinovasi Doc: Dok. UGM

YOGYAKARTA - Beberapa daerah di Indonesia mulai melarang kegiatan study tour sekolah, terutama yang dilakukan ke luar kota. Kebijakan ini muncul bukan hanya karena alasan keselamatan, tetapi juga demi meringankan beban ekonomi orang tua siswa. DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Pontianak menjadi contoh daerah yang sudah menerapkan aturan tersebut.

Namun, dampaknya ternyata jauh lebih luas dari yang terlihat. Industri pariwisata—dari pengusaha transportasi, hotel, tempat makan, hingga pedagang oleh-oleh—ikut terkena imbas. Apalagi larangan ini diperkuat oleh Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 yang menekankan efisiensi anggaran dan membatasi kegiatan perjalanan dinas maupun karya wisata dari instansi pemerintah dan sekolah.

“Akibatnya, okupansi hotel menurun, omzet warung makan merosot, penjualan suvenir lesu. Ini pukulan besar bagi banyak sektor,” jelas Dr. Destha Titi Raharjana, peneliti dari Pusat Studi Pariwisata UGM, Selasa (3/6). Ia menilai, seharusnya kebijakan semacam ini dibarengi dengan langkah mitigasi, bukan sekadar larangan sepihak.

Padahal, berdasarkan data nasional 2024, Jawa Barat merupakan daerah dengan pergerakan wisatawan nusantara terbesar, mencapai 180,59 juta perjalanan. Bahkan survei dari Desa Wisata Institute dan ATOURIN (2025) mencatat bahwa wisatawan asal Jawa Barat menyumbang 17,6 persen dari kunjungan ke desa wisata di seluruh Indonesia.

Lalu apa solusinya?

Menurut Destha, pelaku industri pariwisata harus lebih kreatif dan adaptif. “Jogja, misalnya, masih punya potensi besar di sektor wisata edukatif. Tinggal bagaimana menyikapinya dengan cerdas,” katanya. Ia menyarankan pelaku wisata mulai mencari pasar baru di luar Jawa Barat dan menyasar kelompok wisatawan minat khusus yang masih jarang disentuh.

Selain itu, Yogyakarta juga perlu melakukan rebranding ke daerah lain melalui promosi tematik, travel dialog, atau famtrip. Tidak hanya fokus pada akhir pekan, melainkan menghidupkan pariwisata di hari-hari biasa. “Event dan atraksi bisa digelar saat weekdays. Libatkan seniman lokal, hadirkan paket wisata yang unik, sehingga tidak tergantung pada musim liburan saja,” ujarnya.

Destha juga menekankan bahwa rombongan pelajar selama ini punya peran penting dalam menggerakkan ekonomi wisata. Kunjungan pelajar bukan hanya soal wisata, tapi juga menjadi sumber penghidupan bagi banyak UMKM, dari penjual makanan sampai suvenir.

Meski tantangan besar menghadang, Destha tetap optimistis. Baginya, ini saat yang tepat bagi sektor pariwisata untuk berinovasi dan membuka lembaran baru—dengan pendekatan yang lebih beragam, kreatif, dan berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ada Penambahan Diskotek Baru di Surabaya

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.