Laporan Opensignal: Indonesia Tertinggal dalam Penerapan Teknologi 5G
Selasa, 03 Jun 2025, 12:50 WIBJAKARTA - Dalam laporan terbaru berjudul âIndonesia dalam Fokus: Pemetaan Jalan Menuju Keunggulan Jaringan Juni 2025,", Opensignal mengeksplorasi posisi negeri ini dalam Global Network Excellence Index, yang mengungkap kekuatan, tantangan yang masih ada, dan kebijakan yang dapat mempercepat kemajuan menuju keunggulan digital.
âMelalui laporan tersebut, kami mendapati bahwa Indonesia memiliki skala, ambisi, dan momentum kebijakan untuk memimpin dalam hal konektivitas digital dengan catatan bahwa perhatiannya beralih dari kecepatan semata ke infrastruktur yang andal, inklusif, dan tangguh,â tulis siaran pers Opensignal pada hari Selasa (3/6).
Dalam laporan tersebut terungkap beberapa poin temuan utama terkait posisi Indonesia, realitas konektivitas, potensi teknologi 5G, kebijakan, dan kemajuan. Berikut catatan singkat yang dipaparkan Opensignal.
Posisi Indonesia dalam Global Network Excellence Index.
Indonesia menduduki peringkat ke-58 secara global pada Q1 2025. Namun, dalam hal ketersediaan 4G/5G, Indonesia turun empat peringkat ke posisi 2, menunjukkan bahwa peningkatannya lebih lambat dari negara lain.
Untuk kualitas konsisten yang sangat baik, Indonesia turun dua peringkat ke posisi 54 dengan skor yang relatif stabil (-0,1 p.p), menandakan stagnasi di tengah kemajuan negara-negara lain. Sementara itu, kecepatan unduh 4G meningkat 1 Mbps menjadi 25,6 Mbps, mendorong Indonesia naik dua peringkat ke posisi 86.
Realitas konektivitas: Negara Kepulauan
Kondisi geografis Indonesia yang menantang telah menjadikan seluler sebagai modal utama akses internet, dengan hanya 21% penetrasi broadband tetap dibandingkan 121 langganan mobile per 100 orang, berdasarkan GSMA Intelligence.
Banyak orang yang hanya mengandalkan data seluler, sehingga menyoroti kebutuhan akan infrastruktur seluler yang kuat. Upaya nasional seperti Palapa Ring dan Peta Jalan Digital Indonesia bertujuan untuk memperluas akses digital, terutama di daerah-daerah terpencil.
Membuka Potensi 5G Indonesia
Indonesia telah memulai peluncuran 5G dan modernisasi jaringan, namun keterbatasan spektrum masih jadi hambatan. Hanya 360 MHz spektrum mid-band yang tersedia, jauh di bawah rata-rata regional, sementara frekuensi 3,5 GHz masih dipakai satelit hingga 2027. Ini membuat Indonesia tertinggal dari negara seperti Thailand dan Vietnam dalam penerapan 5G.
Melihat ke Depan: Kebijakan untuk Kemajuan
Dengan fokus pemerintahan baru pada pembangunan infrastruktur, terutama di sekitar Ibu Kota Nusantara, Indonesia punya peluang tepat untuk memperkuat fondasi digital dan memperluas konektivitas. Laporan kami sebelumnya menyoroti kebijakan kunci spektrum, perizinan, infrastruktur, dan akses yang dapat langsung meningkatkan kualitas pengalaman pengguna.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.