Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Usia 21-30 Tempati Gagal Bayar Kartu Kredit Tertinggi

📅 Senin, 02 Jun 2025, 20:45 WIB | Oleh:
Usia 21-30 Tempati Gagal Bayar Kartu Kredit Tertinggi Doc: Istimewa
Ket. Foto ilustrasi penggunaan kartu kredit.

JAKARTA - Dalam kondisi ekonomi yang terus berubah dan tidak menentu, semakin banyak milenial Indonesia yang menghadapi tantangan dalam mengelola keuangannya. Di tengah kebutuhan akan fleksibilitas finansial, kartu kredit justru sering disalahpahami sebagai sumber risiko, terutama karena stigma seputar gagal bayar (galbay) dan kredit macet.

Data internal Honest Card menunjukkan bahwa pengguna usia 21–30 tahun memiliki risiko gagal bayar (galbay) yang paling tinggi dibanding kelompok usia lainnya. Secara umum, tingkat keterlambatan pembayaran cenderung menurun seiring meningkatnya kelompok usia.

Hal ini bukan semata soal usia, melainkan soal kesiapan dan pemahaman terhadap cara kerja produk kredit. Temuan ini menegaskan pentingnya literasi dan kontrol keuangan sejak dini, terutama bagi pengguna pemula.

Karena itu, dibutuhkan produk kredit yang tidak hanya memberi akses, tetapi juga mendampingi dan membentuk kebiasaan finansial yang sehat. Honest Card hadir sebagai solusi kartu kredit non-bank yang lebih adaptif, transparan, dan selaras dengan kemampuan serta perilaku pengguna.

Sejak diluncurkan, Honest Card mencatat pertumbuhan pengguna yang signifikan. Dalam periode Q4 2024 hingga Q1 2025, jumlah pengguna tumbuh sebesar 66%. Kelompok usia 36-50 tahun menjadi demografi dominan, sementara pengguna milenial dan Gen Z meningkat hampir 2x lipat dibanding tahun sebelumnya. Sebagian besar transaksi terjadi pada kategori kebutuhan harian seperti e-commerce, transportasi, dan groceries, yang mengindikasi bahwa kartu kredit mulai dimanfaatkan sebagai alat pembayaran yang praktis untuk mengatur pengeluaran sehari-hari, bukan sekadar konsumsi impulsif atau simbol gaya hidup.

Tekan Risiko Galbay Lewat Akses Kredit yang Bertahap

Berbeda dari penyedia kredit konvensional, Honest Card membangun sistem kredit yang bertahap dan adaptif, menyesuaikan dengan kondisi keuangan pengguna. Fitur-fitur seperti kenaikan limit otomatis tiap bulan bagi pengguna yang rutin membayar tepat waktu dan pengembalian 100% biaya admin bagi yang melunasi tagihan telah terbukti mendorong terbentuknya perilaku finansial yang lebih sehat.

“Kami percaya, akses kredit yang sehat harus dimulai dari pemahaman yang realistis terhadap kondisi keuangan pengguna. Banyak orang sebenarnya ingin tertib secara finansial, tapi system yang rumit dan tidak berpihak justru membuat mereka terjebak,” ujar Panji Puntadewa, Head of Operations Honest Card melalui keterangan tertulis pada hari Senin (2/6).

“Karena itu, Honest Card dibangun dengan pendekatan yang memberi ruang untuk belajar, bertumbuh, dan membangun profil kredit yang sehat, yang minim risiko hutang yang menumpuk,” tambahnya.

Strategi ini terbukti efektif dalam menekan risiko gagal bayar. Honest Card mencatat penurunan angka kasus keterlambatan pembayaran sebesar 24% sejak diluncurkannya fitur-fitur berbasis perilaku pengguna seperti kenaikan limit otomatis dan pengembalian biaya admin.

“Bahkan, lebih dari 30% pengguna Honest Card rutin membayar penuh dan melunasi tagihannya setiap bulan. Sebuah pencapaian yang mencerminkan efektivitas sistem berbasis edukasi dan control mandiri,” paparnya.

Kredit untuk Membangun Profil Finansial, Bukan Sekadar Limit Besar

Honest Card mengusung pendekatan kredit yang bertujuan membangun profil keuangan jangka panjang, bukan sekadar memberikan akses instan ke limit besar. Pendekatan ini dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan pengguna, terutama bagi mereka yang baru memulai perjalanan kredit.

Dengan sistem limit yang bertahap dan disesuaikan dengan perilaku penggunaan, Honest Card tidak hanya memberi keleluasaan dalam pembayaran, tetapi juga melindungi pengguna dari risiko akumulasi utang yang melebihi kapasitas finansial. Di saat yang sama, sistem ini mendorong disiplin dan tanggung jawab, sehingga membantu membentuk fondasi finansial yang sehat sejak awal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.