Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Krisis Prestasi Jelang Indonesia Open

📅 Senin, 02 Jun 2025, 06:23 WIB | Oleh:
Krisis Prestasi Jelang Indonesia Open Doc: ANTARA/Asprilla Dwi Adha
Ket. Ketua Umum PBSI Muhammad Fadil Imran menyampaikan sambutan saat perayaan HUT ke-74 PBSI di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Rabu (7/5).

JAKARTA – Indonesia gagal total danterhentidi perempat final Singapore Open 2025. Kondisi ini kembali mencerminkan krisis prestasi bulu tangkis nasional. Turnamen ini menjadi cermin buram sebelum Indonesia Open 2025, yang berlangsung 3-8 Juni di Istora Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta.

“Bulu tangkis Indonesia tidak baik-baik saja,” ujar Ketua Umum PBSI, Muhammad Fadil Imran, saat pelantikannya di Yogyakarta, 30 November 2024. Mantan Sekjen PBSI itu menyuarakan keresahan publik terhadap grafik menurun bulu tangkis Tanah Air.

Bulu tangkis Indonesia tengah menghadapi fase paling kritis dalam satu dekade terakhir. Setelah pulang tanpa medali dari Asian Games 2022 dan gagal meraih emas di Olimpiade Paris 2024, prestasi di BWF World Tour juga terus terjun bebas.

Hingga pertengahan tahun ini, baru dua gelar yang diraih dari 12 turnamen. Itu pun semuanya di level Super 300, kasta menengah bawah tur dunia. Ganda putri Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti (Thailand Masters) serta ganda campuran Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu (Taiwan Open) menjadi penyelamat.

Sebaliknya, di Singapore Open 2025 (Super 750), tidak satu pun dari tujuh wakil Merah Putih yang lolos ke semifinal. Indonesia kini seperti kehilangan kekuatan di akhir pekan, karena banyak pemain sudah tersingkir di dua babak awal atau perempat final.

Fokus kalender bulu tangkisdunia kini tertuju pada Super 1000 dan Super 750. PBSImengatur strategi serupa, membatasi pemain utama hanya untuk level atas serta beberapa Super 500. Namun, hasilnya belum berbuah manis, bahkan justru menunjukkan kerentanan di seluruh sektor.

Nama-nama seperti Jonatan Christie, Anthony Ginting, Gregoria Tunjung, dan pasangan Fajar/Rian belum menunjukkan tajinya. Anthony Ginting dan Gregoria justru masih absen karena pemulihan cedera. Ester Nurumi dan Daniel Marthin belum kembali ke trek terbaik.

Sementara itu, regenerasi berjalan lambat. Pemain muda dibatasi tampil di level bawah dan belum menembus batas promosi. Baru Jafar/Felisha yang naik kelas ke Super 750 berkat hasil positif di Taiwan dan Kejuaraan Asia 2025.

Indonesia Open 2025, yang akan digelar pekan ini, bukan hanya soal perburuan gelar.Turnamen ini akan menjadi ajang penentuan: apakah PBSI mampu membalikkan keadaan, atau justru harus menyiapkan reformasi besar-besaran untuk menyelamatkan masa depan bulu tangkis Indonesia. ben/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.