Terjadi lima kali longsoran besar, evakuasi korban di Gunung Kuda jadi terhambat

Minggu, 01 Jun 2025, 16:15 WIB

Cirebon -- Tim gabungan pencarian korban longsor tambang galian C di Gunung Kuda Cirebon, Jawa Barat, mengalami kendala serius saat melakukan proses evakuasi karena terjadi beberapa kali longsor susulan di area tersebut.

Komandan Kodim 0620/Kabupaten Cirebon Letkol Inf Mukhammad Yusron di Cirebon, Minggu, mengatakan selama proses pencarian hari ini telah terjadi lima kali longsoran di sekitar lokasi dengan skala yang cukup besar.

Ket. Foto: Suasana proses evakuasi jenazah korban longsor di Gunung Kuda Cirebon, Jawa Barat, Minggu (1/6). — Sumber: ANTARA/Fathnur Rohman.

Akibatnya, kata dia, upaya pencarian korban yang masih tertimbun material longsor di Gunung Kuda harus dihentikan sementara.

“Terkait dengan penghentian ini, kita tahu bersama tadi saat pelaksanaan pencarian korban ini sudah terjadi lima kali longsoran, skalanya cukup besar,” katanya.

Ia menyebut frekuensi longsor susulan cukup sering, bahkan pada hari pertama pencarian tercatat tiga kali longsor terjadi, disusul dua kali longsor tambahan pada hari berikutnya.

Menurut dia, kondisi tanah yang labil membuat tim harus bekerja ekstra hati-hati agar personel yang dikerahkan di lokasi tetap aman saat menjalankan tugasnya.

Yusron menuturkan situasi tersebut membuat tim harus terus waspada dan menghentikan kegiatan pencarian, terutama setiap kali ada tanda-tanda pergerakan material di lokasi tersebut.

Ia mengatakan saat ini alat deteksi pergerakan tanah sangat diperlukan, untuk memantau kondisi medan di area tambang tersebut.

“Sehingga dari tim inspektur pertambangan Kementerian ESDM, memang disarankan harus ada alat khusus yang mendeteksi pergerakan tanah,” katanya.

Yusron menegaskan bahwa keselamatan petugas tetap menjadi prioritas, sehingga proses evakuasi akan kembali dilanjutkan setelah kondisi pada area tersebut dinyatakan aman.

“Kita bekerja butuh pengamanan yang safety dalam menjalankan tugas ini,” katanya.

Hingga hari ketiga pencarian, lanjut dia, sudah ada dua korban yang berhasil dievakuasi setelah tertimbun material longsor.

Ia menyebutkan dengan tambahan itu, maka saat ini total ada 19 korban jiwa akibat insiden longsor di Gunung Kuda.

“Enam korban lainnya diduga masih tertimbun longsor,” katanya.

Pencarian korban pada hari ini melibatkan tim gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, dan sejumlah relawan, yang saat ini bersiaga di sekitar posko utama sambil menunggu perkembangan lebih lanjut.

  • Gunung Kuda Cirebon

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

Berita Terbaru

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.