Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hasilkan Varietas Unggul yang Adaptif Terhadap Perubahan Iklim Kementan Tingkatkan Kompetensi Co-Breeder

📅 Jumat, 30 Mei 2025, 11:20 WIB | Oleh:
Hasilkan Varietas Unggul yang Adaptif Terhadap Perubahan Iklim Kementan Tingkatkan Kompetensi Co-Breeder Doc: Istimewa
Ket. Kegiatan “Peningkatan Kompetensi Co-Breeder dalam Rangka Pelepasan Varietas Tanaman Pangan” oleh Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP), Kementerian Pertanian, yang digelar pada di Jakarta pada hari Rabu (28/5).

JAKARTA - Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP), Kementerian Pertanian, menggelar kegiatan ‘Peningkatan Kompetensi Co-Breeder dalam Rangka Pelepasan Varietas Tanaman Pangan.’ Hal ini dilakukan sebagai upaya mempercepat penyediaan varietas unggul adaptif dalam menghadapi perubahan iklim dan mendukung program swasembada pangan.

Kegiatan tersebut menjadi wadah strategis untuk mempertemukan para pemulia tanaman, peneliti, akademisi, dan regulator guna mendorong pelepasan varietas unggul adaptif terhadap tantangan perubahan iklim. 

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Ali Jamil, menyatakan bahwa kegiatan ini penting untuk membangkitkan kembali semangat dan kapasitas pemulia tanaman di Indonesia.  Pihaknya  mengapresiasi PVTPP yang konsisten menginisiasi kegiatan strategis seperti ini.

“Kita perlu mendorong lebih banyak pemulia untuk berinovasi dalam merakit varietas unggul baru, khususnya yang tahan terhadap cekaman biotik dan abiotik serta memiliki keunggulan spesifik,” ujarnya dalam sambutannya di Jakarta pada hari Rabu (28/05).

Ia menjelaskan bahwa pelepasan varietas bukan hanya kegiatan teknis, melainkan langkah strategis untuk menjawab tantangan produksi pangan nasional. Prosesnya dinilai cukup panjang mulai karena harus melalui berbagai pengujian.

“Kita tahu prosesnya panjang, uji adaptasi, uji daya hasil, dan sebagainya. Tapi kalau kita tidak mulai sekarang, kita akan terus tertinggal. El Nino dan La Nina akan datang silih berganti, dan kita perlu varietas yang siap menghadapi kondisi-kondisi itu. Kami yakin kegiatan seperti ini bisa melahirkan terobosan baru,” tambah Ali.

Kepala Pusat PVTPP, Leli Nuryati, menyampaikan bahwa PVTPP terus berkomitmen menjadi penghubung antara inovasi dan legalitas, agar setiap hasil riset dapat dimanfaatkan secara luas oleh petani dan pelaku usaha.

“PVTPP berperan memastikan bahwa hasil inovasi pemulia dapat segera masuk ke dalam sistem resmi, melalui proses pelepasan varietas yang efisien, berbasis data, dan sesuai ketentuan. Kami terus meningkatkan sistem layanan, memperkuat SDM co-breeder, dan membuka ruang kolaborasi lintas sektor,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pengembangan varietas yang unggul bukan hanya soal produktivitas, tetapi juga tentang ketahanan dan keberlanjutan sistem pangan nasional. “Kami berharap dari forum ini muncul banyak inovasi dan semangat baru untuk membangun pertanian masa depan,” ujar Leli.

Sementara itu, Prof. Satoto dari Aliansi Peneliti Pertanian Indonesia (Appertani) menekankan pentingnya pendekatan ilmiah dan pengujian terstandar dalam proses perakitan varietas. Diperlukan beberapa beberapa syarat agar bisa dilepas.

“Kita butuh varietas padi baru yang tahan terhadap iklim, penyakit, dan juga memenuhi kebutuhan pasar. Varietas lokal pun bisa dilepas jika memenuhi syarat, antara lain dibudidayakan minimal lima tahun, punya deskripsi lengkap, dan asal usul yang jelas,” paparnya.

Perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Muchlis Adie, menjelaskan bahwa pelepasan varietas merupakan tahapan krusial untuk memastikan varietas dapat diedarkan secara legal dan dimanfaatkan luas oleh petani.

“Seleksi varietas harus efektif. Pemulia harus aktif di lapangan dan memahami dinamika agroekosistem. Uji daya hasil harus dilakukan di beberapa lokasi dengan analisis data yang ketat. Ini adalah proses ilmiah yang membutuhkan ketekunan dan kolaborasi,” ucapnya.

Seperti diketahui dalam beberapa kesempatan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa kekuatan sektor pertanian dimulai dari hulu, terutama penyediaan benih yang unggul, adaptif, dan berdaya hasil tinggi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Olahraga
Timnas Italia Bangkit, Takl...
Megapolitan
Jakarta Diprediksi Cerah Be...
Olahraga
Indonesia Imbang Lawan Mala...

Penataan dan Penertiban Kabel Utilitas di Jakarta

54 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan dan Penertiban Kab...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.