Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sesar Aktif yang Belum Terpetakan Picu Gempa 4,3 Magnitudo di Banyuasin

📅 Kamis, 29 Mei 2025, 14:52 WIB | Oleh:
Sesar Aktif yang Belum Terpetakan Picu Gempa 4,3 Magnitudo di Banyuasin Doc: Antara/HO-BMKG
Ket. Peta gempa bumi 4,3 magnitudo di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (29/5).

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa bumi magnitudo (M) 4,3 yang mengguncang wilayah Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, merupakan gempa kerak dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif yang belum terpetakan.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono di Jakarta, Kamis, mengatakan gempa tersebut terjadi pukul 08:41 WIB dengan pusat gempa terletak di darat, sekitar 35 kilometer timur laut Banyuasin pada kedalaman lima kilometer.

“Gempa Banyuasin ini tidak lazim karena terjadi di wilayah yang sebelumnya tidak tercatat memiliki aktivitas gempa merusak. Namun, kejadian ini membuktikan bahwa di sana terdapat sesar aktif yang belum teridentifikasi,” kata Daryono.

Gempa yang terjadi tergolong jenis gempa kerak dangkal atau shallow crustal earthquake, dengan mekanisme pergerakan geser atau strike slip.

BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Meskipun episentrum berada di sekitar pantai, magnitudo gempa tergolong kecil sehingga tidak menyebabkan deformasi dasar laut yang bisa memicu tsunami.

Hingga saat ini hasil pemantauan BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan.

Namun, Daryono mengungkapkan bahwa gempa ini menjadi pengingat bahwa wilayah Banyuasin memiliki potensi kegempaan yang belum sepenuhnya dipetakan dan dipahami.

Berdasarkan data seismisitas regional periode 2009–2024, wilayah Banyuasin memang belum menunjukkan riwayat gempa signifikan. Namun, secara teori, sesar aktif dapat muncul di manapun karena tekanan tektonik tidak hanya terjadi di batas lempeng, tetapi juga merembes ke dalam interior lempeng.

“Jika gempa sudah terjadi sekali, maka besar kemungkinan akan terjadi lagi di masa mendatang. Oleh karena itu, pembangunan bangunan tahan gempa di wilayah ini sangat penting untuk mengurangi risiko kerusakan dan korban jiwa,” ujar Daryono menegaskan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Daerah
Tari Jaipong Harus Dilestar...
Advertisement
Kabar Baik yang Melegakan! Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek, Ini Penjelasan BMKG

Kabar Baik yang Melegakan! Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek, Ini Penjelasan BMKG

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.