Pengoperasian TPST Tegallega dan Holis Atasi Masalah Sampah di Kota Bandung

Kamis, 29 Mei 2025, 21:42 WIB

JAKARTA-Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berharap dioperasikannya dua Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yakni Tegallega dan Holis dapat mengurai masalah sampah di Kota Bandung, Jawa Barat. Hal ini ditegaskan Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti saat mengunjungi dua (TPST) tersebut, Kamis (29/5).

TPST Tegallega telah dioperasionalkan oleh Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Jabar dan diharapkan dapat segera diserah kelolakan ke Pemerintah Kota Bandung. "Sementara TPST Holis telah selesai pembangunanya dan akan dimulai operasionalnya dengan pendampingan oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya selama Juni-Agustus 2025,” kata Wamen Diana.

Ket. Foto: Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti (kanan) saat mengunjungi TPST Tegallega dan Holis di Bandung Kamis (29/5) — Sumber: Kementerian PU

 “TPST Holis memiliki kapasitas 60 ton (Holis I:10 ton; Holis II: 50 ton) per hari dan TPST Tegallega 25 ton per hari. Saya harap dua fasilitas ini bisa segera dioperasikan penuh oleh Pemkot Bandung sehingga bisa mengurai masalah sampah di sini,” tambah Wamen Diana.

Wamen Diana juga menegaskan pentingnya mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif (Refuse-Derived Fuel/RDF) untuk mengurangi beban TPA dan mendukung energi terbarukan. Saat ini RDF dari Bandung telah memiliki offtaker yaitu PT KMI. “Saya harapkan juga Indocement bisa jadi salah satu offtaker ke depannya sehingga lebih banyak yg bisa kita jual,” tegas Diana.

TPST Tegallega dibangun pada 13 Juli 2023 - 2 Desember 2024 dengan anggaran Rp.19,9 miliar. Pembangunan ini merupakan bagian dari Program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities Project (ISWMP) yang didanai oleh Bank Dunia yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja pengelolaan persampahan di kabupaten/kota yang berada pada Daerah Aliran Sungai Citarum.

Sementara pembangunan TPST Holis terbagi menjadi dua tahap. Tahap I merupakan optimalisasi untuk mengurangi idle capacity. Kegiatan ini dilaksanakan pada 12 Desember 2024 - 25 Mei 2025 dengan anggaran Rp.5,8 miliar. Lingkup pekerjaan meliputi pengadaan mesin pengolah sampah dan uji mesin pengolah sampah.

Sementara Tahap II merupakan pembangunan TPST Holis II yang berkapasitas 50 ton per hari. Pembangunan dilaksanakan pada 13 Juli 2023 - 25 April 2025 dengan anggaran Rp.41,2 miliar. Pembangunan TPST ini juga merupakan bagian dari Program ISWMP.

Dalam kunjungan itu, Wamen Diana didampingi Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum Dian Alma’ruf dan Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Jawa Barat M. Reva. 

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.