Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perluasan Jaringan Mitra Dagang Baru, Akan Bantu Diversifikasi Tujuan Ekspor

📅 Rabu, 28 Mei 2025, 01:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Perluasan Jaringan Mitra Dagang Baru, Akan Bantu Diversifikasi Tujuan Ekspor Doc: istimewa
Ket. PM Malaysia, Anwar Ibrahim

JAKARTA - Presiden RI, Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-2 ASEAN dan Dewan Kerja Sama Negara-negara Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) guna memperkuat kemitraan dagang di kawasan tersebut.

KTT tersebut merupakan pertemuan kedua antara negara kawasan Asia Tenggara dan negara teluk setelah pertemuan perdana berlangsung pada tahun 2023 di Riyadh, Arab Saudi, di bawah Keketuaan Indonesia di ASEAN.

“KTT ini berakar dari fondasi yang telah dibangun sejak KTT perdana di Riyadh pada tahun 2023. Kehadiran para pemimpin hari ini mencerminkan komitmen bersama untuk mempererat ikatan yang kuat,” kata Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim selaku Ketua KTT ASEAN-GCC.

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim menyambut Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Kuwait, Sheikh Sabah Al Khalid Al Sarra yang turut menjadi ketua bersama dalam pertemuan itu.

Anwar menekankan pentingnya hubungan ekonomi antarkedua kawasan karena GCC merupakan mitra dagang terbesar ketujuh ASEAN pada tahun 2023, dengan nilai 130,7 miliar dollar AS.

“Meningkatnya investasi ini mencerminkan kepercayaan terhadap GCC dan ASEAN. Seperti yang saya sebutkan tadi malam, ASEAN, merupakan kawasan yang paling damai dan ekonominya sangat dinamis,” kata Anwar.

Dosen Magister Ekonomi Terapan, Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko mengatakan, tiap negara sangat penting memperkuat dan memperbanyak jaringan kerja sama secara multilateral.

Dengan jaringan kerja sama tersebut, dalam perspektif ekonomi akan membantu dalam melakukan diversifikasi pasar ekspor dan impor bahan baku.

Selama ini papar Suhartoko mitra dagang yang kuat hanya kepada Amerika Serikat (AS), Tiongkok dan Jepang, intra ASEAN dan Uni Eropa. Mitra dagang yang terkonsentrasi seringkali bahkan menimbulkan ketergantungan. Saat ini begitu diancam tarif resiprokal oleh AS, kita seolah olah tak berdaya.

“Dari berbagai pengalaman selama ini, maka sifat kerja sama dan hubungan dagang dengan negara lain perlu didasari dengan posisi daya tawar yang seimbang baik sebagai eksportir maupun importir serta tidak menimbulkan ketergantungan,”ungkap Suhartoko.

Selain itu, dalam hubungan dagang perlu diperhatikan aspek keberlanjutan yang berkaitan konsistensi ketersediaan dan kebutuhan barang.

Konprensi Asia-Afrika

Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti mengatakan kerja sama semacam itu perlu terus digiatkan apalagi Indonesia sebagai penggagas ASEAN dan kerja sama selatan selatan yang dimulai sejak konferensi Asia Afrika di Bandung.

Peran Asia paparnya semakin penting di dunia karena pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi. “Oleh karena itu penting mempererat kerja sama semacam ini,”ungkapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.