Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Produksi Padi Sumsel Tetap Stabil di Tengah Musim Kemarau, Ini Rahasianya!

📅 Selasa, 27 Mei 2025, 18:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Produksi Padi Sumsel Tetap Stabil di Tengah Musim Kemarau, Ini Rahasianya! Doc: Antara Foto
Ket. Produksi padi di Sumatera Selatan tetap terjaga meski musim kemarau melanda. Pemprov Sumsel ungkap strategi jaga ketahanan pangan daerah.

Produksi padi di Provinsi Sumatera Selatan tetap terjaga selama musim kemarau karena lahan persawahan sebagian besar rawa yang memiliki cadangan air alami.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan Bambang Pramono di Palembang, Selasa, menyebutkan tanaman padi di arela rawa itu tercukupi kebutuhan airnya saat kemarau dan tergolong minim risiko.

Dari total 470.000 hektare lahan sawah di Sumsel, sekitar 399.000 hektare berada di lahan rawa. Sedangkan, lahan rawa di Sumsel terdiri dari dua jenis utama yaitu pasang surut dan lebak. 

“Kemarau itu berkah bagi Sumsel, karena 73 persen luas lahan sawah di Sumsel ini merupakan rawa yang memang tergenang air dan kecukupan air tersedia,” katanya.

Meski demikian, kesulitan air saat musim kemarau akan terjadi di wilayah pertanian dengan jenis lahan irigasi, seperti Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur dan Musi Rawas.

Maka dari itu, pihaknya tetap melakukan antisipasi dan berkoordinasi dengan masing-masing kabupaten/kota agar tingkat produksi tetap terjaga meskipun saat musim kemarau.

"Kami antisipasi kalau terjadi kemarau tahun ini kabupaten/kota sudah menyiapkan pompa dan gerakan lain agar tidak terjadi penurunan produksi saat kemarau,” ujarnya. 

Selain itu, Sumsel ditargetkan oleh pemerintah dapat menambah jumlah produksi sebesar 1 juta ton gabah kering giling (GKG).

“Saat ini untuk produksi Sumsel sudah hampir mencapai 3 juta ton GKG dengan angka pasti 2,94 juta ton GKG,” jelasnya.

Dalam mencapai target tersebut, pihaknya melakukan realisasi program cetak sawah seluas 48.000 hektare, termasuk peningkatan indeks pertanaman padi melalui optimalisasi lahan, kata Bambang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.