Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Buol libatkan PKK dan posyandu untuk percepat tangani stunting

📅 Selasa, 27 Mei 2025, 16:20 WIB | Oleh:
Pemkab Buol libatkan PKK dan posyandu untuk percepat tangani stunting Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Buol
Ket. Wakil Bupati Buol Moh. Nasir Dj. Daimaroto saat memberikan arahan dalam kegiatan internalisasi program posyandu sesuai dengan penerapan SPM Kabupaten Buol, Sulteng.

Buol -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol, Sulawesi Tengah melibatkan tim penggerak pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga (PKK) dan pos pelayanan terpadu (posyandu) untuk mempercepat penanganan stunting di daerah itu.

"Jadi dengan melibatkan PKK bisa memperkuat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat di Kabupaten Buol," kata Wakil Bupati Buol Moh. Nasir Dj. Daimaroto saat memberikan arahan kepada pengurus PKK di Leok II, Selasa.

Ia mengemukakan salah satu program yang dapat mempercepat penanganan kasus stunting melalui penerapan standar pelayanan minimal (SPM) pada program posyandu di wilayah itu.

"Tentunya posyandu ini penting di masing-masing desa sebagai lembaga kemasyarakatan desa (LKD) yang tidak lagi hanya berfungsi sebagai unit kesehatan berbasis masyarakat (UKBM)," ucapnya.

Ia menuturkan perubahan posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan desa sesuai dengan mandat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan diperkuat melalui Permendagri Nomor 18 Tahun 2018.

"Posyandu saat ini merupakan mitra resmi pemerintah desa yang dapat menjalankan fungsi pelayanan di enam bidang SPM yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan bidang sosial," sebutnya.

Menurut dia, ke depan agar semua pihak di Kabupaten Buol dapat bersama-sama aktif mendukung penguatan peran posyandu dalam kerangka pembangunan desa.

"Tahun 2023 lalu ada program inovasi gempur stunting dengan menitikberatkan pada revitalisasi posyandu dan pelatihan 25 kompetensi dasar bagi para kader di Buol," katanya.

Nasir berharap nantinya posyandu dapat menjadi bagian dari strategi penguatan lintas sektor agar posyandu lebih efektif sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat dan pengentasan stunting di Kabupaten Buol.

Ia optimistis melalui pendekatan holistik dan partisipatif, posyandu akan menjadi garda terdepan dalam mewujudkan desa sehat dan masyarakat yang lebih sejahtera.

"Sinergi antar instansi menjadi kunci, harapannya ini mampu mengakselerasi pencapaian target pelayanan dasar yang merata dan berkeadilan di Buol," ujarnya.

Diketahui data Dinas Kesehatan Kabupaten Buol, prevalensi stunting pada 2022 sebesar 32,7 persen naik 4,1 persen dibandingkan dengan pada 2021 sebesar 28,6 persen.

Stunting di Buol pada 2023 mengalami penurunan dari tahun 2022 sebesar 32,7 persen menjadi 30,0 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Prosesi adat kansoda'a di Wakatobi

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.