Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kabupaten Pasaman peroleh alokasi Rp2,5 miliar untuk jalan usaha tani

📅 Sabtu, 24 Mei 2025, 14:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kabupaten Pasaman peroleh alokasi Rp2,5 miliar untuk jalan usaha tani Doc: Antara Foto
Ket. Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Khairuddin Simajuntak, Jalan itu untuk mewujudkan harapan banyak petani di daerah Pasaman dan Pasaman Barat agar memiliki akses jalan pertanian yang layak.

Kabupaten Pasaman Sumatera Barat mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 2,6 miliar untuk pembangunan 10 paket jalan produksi pertanian  pada 2025.

"Hari ini saya bersama Dinas Pertanian Provinsi Sumbat dan masyarakat meninjau langsung jalan usaha tani (JUT) yang akan di bangun tahun ini," kata Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Khairuddin Simajunta di Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman, Jumat.

Jalan itu untuk mewujudkan harapan banyak petani di daerah Pasaman dan Pasaman Barat agar memiliki akses jalan pertanian yang layak.

Anggota DPRD Sumbar itu meninjau langsung calon penerima dan calon lokasi (CPCL) jalan usaha tani di Tanjung Betung, Nagari Tanjung Betung, Kecamatan Rao Selatan, Kabupaten Pasaman.  

"Semoga ini menjadi langkah awal yang penting dalam memastikan kesiapan pembangunan jalan produksi pertanian tahun 2025 di Provinsi Sumatera Barat," katanya.  

Menurutnya pembangunan jalan usaha tani tersebut tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pasaman. seperti Kecamatan Dua Koto, Panti, Padang Gelugur, Rao Selatan dan Rao. 

Fasilitas itu ke depannya dapat mendukung kelancaran distribusi hasil tani, meningkatkan produktivitas petani, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian.

Pada kesempatan itu ia juga menyampaikan alokasi anggaran untuk hand traktor, cultivator dan becak motor untuk kelompok tani di daerah itu.Termasuk bantuan benih padi unggul untuk petani sebanyak 50 ton lebih.

"Ini merupakan komitmen bersama antara legislatif dan eksekutif untuk pembangunan di Sumbar dan menjadi kunci suksesnya pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat. Ini selaras pula dengan programnya Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional," jelasnya.

Ia menyebutkan ingin mewujudkan kembali kejayaan Pasaman sebagai salah satu daerah lumbung beras di Sumatera Barat. 

"Dulu, pernah kita dengar slogan beras tapus yang terkenal. Tapi saat ini seolah tenggelam. Semangat itu yang coba kita bangkitkan kembali," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.