BI: Neraca Pembayaran Triwulan I Tahun 2025 Stabil
Jumat, 23 Mei 2025, 01:00 WIBJakarta - Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa neraca pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan I tahun 2025 berada dalam kondisi tetap terjaga, mencerminkan ketahanan eksternal ekonomi nasional yang baik di tengah dinamika global.Â
âDefisit transaksi berjalan tetap rendah di tengah perlambatan ekonomi global. Selain itu, transaksi modal dan finansial mencatat defisit yang terkendali di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global,â kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso di Jakarta, Kamis (22/5).
Seperti dikutip dari Antara, NPI pada triwulan I 2025 mencatat defisit 0,8 miliar dollar Amerika Serikat (AS) dan posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2025 tercatat tetap tinggi sebesar 157,1 miliar dollar AS, atau setara dengan pembiayaan 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Ramdan menyampaikan, transaksi berjalan mencatat defisit yang lebih rendah. Pada triwulan I 2025, transaksi berjalan mencatat defisit 0,2 miliar dollar AS (0,1 persen dari PDB), lebih rendah dibandingkan dengan defisit 1,1 miliar dollar AS (0,3 persen dari PDB) pada triwulan IV 2024.
Surplus neraca perdagangan barang meningkat, terutama disumbang oleh kenaikan surplus neraca perdagangan nonmigas.
Ekspor nonmigas menurun sejalan dengan perlambatan ekonomi global dan harga komoditas. Sementara itu, impor nonmigas turun lebih dalam khususnya pada kelompok bahan baku dan penolong.
Di sisi lain, defisit neraca jasa meningkat dipengaruhi penurunan surplus jasa perjalanan (travel) sejalan dengan penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Defisit neraca pendapatan primer juga meningkat dipengaruhi oleh kenaikan pembayaran imbal hasil investasi portofolio.
Selanjutnya, kinerja transaksi modal dan finansial tetap terkendali di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat.
Investasi langsung tetap membukukan surplus sebagai cerminan dari persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian dan iklim investasi domestik yang tetap terjaga. Investasi portofolio juga meningkat, terutama dipengaruhi aliran masuk modal asing pada surat utang domestik.
Sektor Eksternal
Sementara itu, investasi lainnya mencatat defisit dipengaruhi oleh penurunan penarikan pinjaman pemerintah dan swasta serta peningkatan investasi swasta pada beberapa instrumen finansial luar negeri.
Dengan perkembangan tersebut, transaksi modal dan finansial pada triwulan I 2025 mencatat defisit 0,3 miliar dollar AS.
âKe depan, BI senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat memengaruhi prospek NPI dan terus memperkuat respons bauran kebijakan yang didukung sinergi kebijakan yang erat dengan Pemerintah dan otoritas terkait, guna memperkuat ketahanan sektor eksternal,â kata Ramdan.
Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan pada triwulan II 2025, aliran masuk investasi portofolio pada Mei 2025 kembali meningkat, terutama ke Surat Berharga Negara (SBN) dan saham, sejalan dengan meredanya ketidakpastian global serta tetap baiknya prospek perekonomian Indonesia.
âPerkembangan positif ini memperkuat ketahanan eksternal setelah pada April 2025 investasi portofolio mencatat net outflows, meskipun secara kumulatif triwulan II 2025 sampai 19 Mei 2025 masih tercatat net outflows 3,1 miliar dollar AS,â kata Perry.
Sementara itu, posisi cadangan devisa pada akhir April 2025 tercatat sebesar 152,5 miliar dollar AS, setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
BI memprakirakan NPI 2025 tetap baik ditopang defisit transaksi berjalan yang rendah dalam kisaran defisit 0,5 persen sampai dengan 1,3 persen dari produk domestik bruto (PDB) dan surplus transaksi modal dan finansial yang berlanjut, di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Indonesia Menambah Dua Emas di Asian Taekwondo Open 2026
-
Terkait Penunjukan Destry, Pakar: Perkuat Koordinasi Fiskal-Moneter untuk Turunkan Risiko Ekonomi
-
Cuaca Senin Diprediksi Tak Bersahabat, BMKG Sebut Berawan hingga Hujan Dominasi RI
-
UMKM Jayapura Terbantu Perayaan Festival Danau Sentani yang Jadi Magnet Turis
-
Saat Low Season, Festival Belanja Jadi Jurus Dongkrak Konsumsi
-
Harga Gabah Tembus Rp8.000, Pemerintah Kaji Ulang HET dan HPP
-
Rapat Paripurna DPRD: Pemprov DKI Pastikan APBD 2026 Fokus Banjir Hingga Subsidi Pangan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.