Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Miliki Keanekaragaman Hayati Unik

📅 Kamis, 22 Mei 2025, 07:21 WIB | Oleh:
Miliki Keanekaragaman Hayati Unik Doc: Istimewa
Ket. Pulau Lord Howe terkenal karena keindahan alamnya, keanekaragaman hayati yang unik, dan statusnya sebagai situs Warisan Dunia UNESCO.

BERJARAK 600 kilometer dari pantai barat New South Wales, Australia terdapat pulau terpencil selama jutaan tahun. Pulau ini terkenal karena keindahan alamnya, keanekaragaman hayati yang unik, dan statusnya sebagai situs Warisan Dunia UNESCO.

Pulau Lord Howe memiliki panjang sekitar 11 kilometer dan lebar sekitar 2 kilometer. Pulau yang dikelilingi oleh terumbu karang yang indah, terbentuk oleh aktivitas vulkanik dan memiliki puncak-puncak gunung yang mencolok, termasuk Gunung Gower (777 meter) dan Gunung Lidgbird (777 meter), yang merupakan dua puncak terkenal di pulau ini.

Pulau Lord Howe yang terisolasi memiliki ekosistem yang sangat unik, dengan banyak spesies endemik yang hanya dapat ditemukan di sana, baik di darat maupun di laut.

Sekitar 241 spesies tanaman, 14 spesies burung, dan sejumlah spesies reptil hanya dapat ditemukan di pulau ini.

Selain tanaman palem, salah satu yang paling terkenal terkait keanekaragaman hayati adalah Lord Howe Island Phasmid.

Nama ini berupa serangga nokturnal besar yang dianggap punah pada 1920-an, tetapi kemudian ditemukan kembali pada tahun 2001.

Pulau ini menawarkan pemandangan yang spektakuler dengan pantai berpasir putih, terumbu karang yang kaya dengan kehidupan laut, dan hutan tropis yang lebat.

Aktivitas populer di pulau ini termasuk snorkeling, menyelam, hiking, dan bersepeda. Air laut yang jernih dan terumbu karang yang masih alami menjadikannya tempat yang ideal untuk para penyelam dan pecinta alam.

Pada tahun 1982, Pulau Lord Howe diakui sebagai situs Warisan Dunia UNESCO, yang diakui karena keanekaragaman hayatinya yang luar biasa dan ekosistem yang relatif tidak terpengaruh oleh kegiatan manusia.

Sebagai bagian dari upaya pelestarian, pengunjung terbatas pada jumlah yang dapat mengunjungi pulau ini setiap tahunnya, untuk menghindari kerusakan lingkungan.

Pulau Lord Howe memiliki populasi tetap yang relatif kecil, sekitar 350 orang. Sebagian besar penduduknya terlibat dalam pariwisata, pengelolaan pulau, dan kegiatan ­konservasi.

Sebagai destinasi wisata, pulau ini menarik para wisatawan yang mencari pengalaman alam yang tenang dan tidak terganggu oleh keramaian.

Untuk mencapai Pulau Lord Howe, pengunjung harus terbang dari Sydney menggunakan penerbangan domestik yang disediakan oleh maskapai khusus.

Karena jumlah pengunjung yang terbatas, perjalanan ke pulau ini terasa eksklusif, dan para wisatawan sering kali disarankan untuk memesan tempat jauh-jauh hari ­sebelumnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

44 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

54 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.