Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KND harap pemerintah buka kuota anak disabilitas di Sekolah Rakyat

📅 Rabu, 21 Mei 2025, 16:30 WIB | Oleh:
KND harap pemerintah buka kuota anak disabilitas di Sekolah Rakyat Doc: ANTARA/Ananto Pradana
Ket. Komisioner Komisi Nasional Disabilitas (KND) Jonna A Damanik ketika ditemui di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (21/5).

Malang, Jawa Timur --  Komisi Nasional Disabilitas (KND) berharap pemerintah membuka kuota bagi anak penyandang disabilitas sebesar 10 persen dari total jumlah murid yang ditampung di Sekolah Rakyat.

"Harapan dari kami ke Sekolah Rakyat, minimal (kuota) 10 persen dari multi ragam disabilitas," kata Komisioner KND Jonna A Damanik di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu.

Menurut dia, Sekolah Rakyat sebuah terobosan dari pemerintah dalam upaya menanggulangi persoalan kemiskinan ekstrem.

Maka dari itu, program tersebut harus bisa menjadi wadah penyediaan akses pendidikan bagi semua anak yang berasal dari keluarga miskin berdasarkan dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTSEN).

Apalagi di dalam konteks pendidikan ada dua komponen, yakni sekolah khusus atau sekolah luar biasa (SLB) dan sekolah reguler yang menyelenggarakan pendidikan inklusif.

"Sekolah Rakyat yang konteks besarnya mengentaskan kemiskinan ekstrem, melalui alat pendidikan dengan sistem boarding harus bisa diakses oleh semua, termasuk teman-teman disabilitas," ujarnya.

Selain itu, KND juga sedang melaksanakan asesmen modalitas penyelenggaraan Sekolah Rakyat, seperti aspek infrastruktur, non infrastruktur, kurikulum, calon tenaga pendidik, hingga penyelenggaraan boarding school.

Pihaknya diminta untuk memberikan masukan soal penyusunan perspektif inklusif yang nantinya bisa dijadikan acuan penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Rakyat.

"Sampai akhir Juni kami melaksanakan asesmen modalitas penyelenggara sekolah rakyat, bukan audit. Dari brief sementara kami semuanya terlibat, kami memberikan masukan," ucap dia.

Asesmen juga dilakukan dalam konteks personel guna mengetahui jumlah calon pelajar Sekolah Rakyat yang merupakan penyandang disabilitas.

"Kami sudah memasukkan poin asesmen individual, ketika sudah tersaring harus ada asesmen dalam konteks yang menggambarkan dia disabilitas atau tidak," tutur dia.

Jonna menyatakan apabila Sekolah Rakyat dilaksanakan dengan mempertimbangkan segala sumber daya dan diperhitungkan secara matang dari sisi akademis, maka program tersebut ke depannya mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

"Ayo, diupayakan bersama, karena konsep besar Sekolah Rakyat, bagaimana anak-anak mendapatkan akses pendidikan tetapi ada plusnya, yakni pembentukan karakter sekaligus dia tidak hanya bersekolah tetapi keluarganya dibantu," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Daerah
Komite Eksekutif Papua Kawa...
Luar Negeri
Negeri Samba Gelar Pemilu y...

Korsel: Korut Luncurkan Misil Berteknologi AI

50 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Korsel: Korut Luncurkan Mis...

Kaum Migran Myanmar Kembali ke Tanah Air

1 jam lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Kaum Migran Myanmar Kembali...
Advertisement
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.