Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Uji Klinis Vaksin TBC Dimulai di Indonesia, Epidemiolog UGM Bantah Masyarakat Jadi “Kelinci Percobaan”: Kasus Tuberkulosis Indonesia Nomor 2

📅 Selasa, 20 Mei 2025, 20:20 WIB | Oleh:
Uji Klinis Vaksin TBC Dimulai di Indonesia, Epidemiolog UGM Bantah Masyarakat Jadi “Kelinci Percobaan”: Kasus Tuberkulosis Indonesia Nomor 2 Doc: Dok. UGM

JAKARTA – Pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memberikan izin pelaksanaan uji klinis tahap ketiga vaksin tuberculosis (TBC) M72 yang dikembangkan oleh Bill & Melinda Gates Foundation di Indonesia. Keputusan ini memicu beragam reaksi dari masyarakat, mulai dari dukungan hingga kekhawatiran.

Ahli epidemiologi dari Pusat Kedokteran Tropis Universitas Gadjah Mada (UGM), dr. Riris Andono Ahmad, MPH, Ph.D., menilai perbedaan pandangan tersebut sebagai hal wajar. “Justru ini menunjukkan adanya perhatian yang luas dari publik. Namun perlu diluruskan, anggapan bahwa masyarakat menjadi ‘kelinci percobaan’ dalam uji klinis ini tidaklah tepat,” ujar Riris, Selasa (20/5).

Menurutnya, uji klinis bersifat sukarela dan hanya dapat diikuti oleh individu yang memenuhi kriteria tertentu. Bahkan, sekalipun seseorang bersedia, jika tidak memenuhi syarat medis, maka tetap tidak dapat berpartisipasi. Ia menambahkan, uji klinis tahap ketiga ini fokus pada efektivitas vaksin dalam mencegah penularan TBC, sementara aspek keamanan telah diuji pada fase sebelumnya.

“Seluruh proses dilakukan dengan pengawasan ketat dari lembaga independen, baik nasional maupun internasional, untuk menjamin keamanan dan etika,” jelasnya.

Indonesia sendiri merupakan negara dengan beban TBC tertinggi kedua di dunia, dengan sekitar satu juta kasus dan 130 ribu kematian setiap tahunnya. Karena itu, menurut Riris, partisipasi Indonesia dalam uji klinis ini menjadi penting. “Kita perlu tahu apakah vaksin ini aman dan efektif untuk populasi kita. Beban kasus TBC yang tinggi membuat kebutuhan terhadap vaksin yang lebih baik menjadi sangat mendesak,” tuturnya.

Menjawab pertanyaan publik soal vaksin BCG yang sudah tersedia, Riris menjelaskan bahwa vaksin tersebut hanya melindungi anak dari bentuk TBC berat, tetapi tidak mencegah penularan hingga dewasa. “Kita butuh vaksin baru yang memberikan proteksi lebih kuat terhadap penularan TBC,” imbuhnya.

Terkait keterlibatan Bill Gates, Riris menyebut kontribusinya sebagai bentuk filantropi. “Wajar jika ada kritik, tapi kita perlu objektif melihat manfaat yang bisa diperoleh masyarakat. Jika manfaat lebih besar dari risikonya, sebaiknya didukung,” pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pameran Batik Jadi Pilihan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.