Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tanggul Sungai Jebol, 3 Desa di Pati Terendam Banjir

📅 Selasa, 20 Mei 2025, 21:55 WIB | Oleh:
Tanggul Sungai Jebol, 3 Desa di Pati Terendam Banjir Doc: ANTARA/HO-BPBD Pati
Ket. Penanganan sementara tanggul Sungai Kedongklo yang jebol di Desa Sidoarum, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dengan pemasangan trucuk bambu, Selasa (20/5).

PATI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mencatat tanggul jebol di tiga desa, menyusul curah hujan tinggi di daerah hulu mengakibatkan genangan banjir di beberapa tempat.

"Lokasi tanggul sungai yang jebol tersebar di tiga desa. Yakni di Desa Ketitang Wetan dan Desa Ngening (Kecamatan Batangan) serta di Desa Sidoarum (Kecamatan Jakenan)," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pati Sutarno di Pati, Selasa.

Ia mengungkapkan jebolnya ketiga tanggul tersebut terjadi setelah sejak Senin (19/5) sore turun hujan dengan intensitas tinggi, sehingga mengakibatkan naiknya debit air sungai di tiga lokasi tersebut dan mengakibatkan tanggul jebol.

Mengetahui ada tanggul jebol, kata dia, BPBD Pati langsung menerjunkan tim untuk perbaikan sementara di Desa Sidoarum menggunakan trucuk bambu dan karung plastik untuk diisi dengan tanah maupun pasir.

Hal itu, kata dia, sudah dilakukan dan hari ini (20/5) bambu sudah terpasang di antara tanggul sungai di Desa Sidoarum. Sedangkan di Desa Ngening sudah didatangi tim Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana bersama Dinas Pekerjaan Umum.

"Untuk Desa Ketitang Wetan, camat setempat juga sudah meminta karung plastik untuk penanganan sementara. Hanya saja, kami belum mengetahui pasti penanganan yang dilakukan," ujarnya.

Camat Batangan Sujono mengakui di wilayahnya ada dua tanggul yang jebol, yakni di Desa Ketitang Wetan sepanjang 8 meter dan Desa Ngening sepanjang 2 meter pada Sungai Gandam dan Widodaren.

Pada Senin (19/5) sore, kata dia, wilayahnya turun hujan yang cukup lama mengakibatkan meluapnya Sungai Gandam di Desa Ketitang Wetan dan Desa Ngening, serta membuat aliran air di sepanjang Sungai Widodaren melampaui sebagian tanggul, sehingga pada Selasa (20/5) sekitar pukul 00.30 WIB tanggul jebol di dua lokasi.

Saat ini, kata Sujono, area pemukiman dan jalan desa sepanjang di Desa Ketitang Wetan tergenang air sekitar 10-30 sentimeter. Sedangkan lahan pertanian juga terdampak luapan air Sungai Gandam seluas 21 hektare.

Warga yang terdampak di Desa Ketitang Wetan tersebar di dua RW dan 10 RT dengan jumlah keluarga sebanyak 891 keluarga.

Camat Jakenan Yogo Wibowo juga membenarkan adanya tanggul Sungai Kedongklo yang jebol di Desa Sidoarum.

Sungai Kedongklo, kata dia, melintasi tujuh desa, yakni Desa Tondomulyo, Sidoarum, Karangrowo, Tlogorejo, Sonorejo, Sendangsoko, dan Tambahmulyo.

Mengetahui banjir akibat tanggul jebol, Bupati Pati Sudewo mengatakan pendangkalan sungai sudah lama tidak ada penanganan. Untuk itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang diinstruksikan untuk segera menangani permasalahan tersebut. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

47 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.