Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamenekraf Dukung Karya Lintas Generasi Lewat Buku 'A Kind of Magic'

📅 Senin, 19 Mei 2025, 07:03 WIB | Oleh:
Wamenekraf Dukung Karya Lintas Generasi Lewat Buku 'A Kind of Magic' Doc: ANTARA/HO-Kementerian Ekonomi Kreatif
Ket. Wamenekraf Irene Umar dukung karya kreatif lintas generasi lewat peluncuran buku "A Kind of Magic", MET Glodok, Jakarta, Sabtu (17/5).

JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar menghadiri peluncuran buku "A Kind of Magic" karya Juliana Tan dalam mendukung karya kreatif lintas generasi.

Menurut Wamenekraf Irene buku fotografi itu mengandung pesan mendalam dari pengalaman personal.

"Buku ini punya misi sebagai buku fotografi yang memperkenalkan dan menyajikan jalinan visual mendalam atas kisah pribadi dari tahun 1998. Tentu pengalaman dan narasi telah dirajut sebagai representasi yang bisa dilihat lintas generasi," kata Wamenekraf Irene dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (18/5).

"Saya kembali teringat seperti apa masa-masa kritis dalam sejarah Indonesia saat itu," tambahnya.

Foto-foto yang ditampilkan pada buku yang diterbitkan penerbit independen Jordan, Jordan Edition itu seolah berfungsi sebagai portal ke lanskap temporal yang telah diubah secara permanen oleh kekuatan eksternal.

Karya buku fotografi ini mengubah narasi pribadi menjadi eksplorasi tema-tema universal yang bergema seperti perpindahan, kenangan, dan pencarian abadi untuk merebut kembali cerita kita sendiri.

Dalam buku "A Kind of Magic" itu tak hanya berisi kenangan akan masa kecil Juliana Tan. Ada juga bentuk memoar tulisan mengenai peristiwa 1998 yang berhasil dilewati dengan penuh kekuatan cinta.

"Pendekatan buku ini seperti kekuatan untuk kemanusiaan. Kolaborasi yang dibentuk melalui buku ini menyadarkan bahwa masing-masing diri punya hati dan hal yang paling penting yaitu dengan cinta jadi bisa menyatukan kita semua," ujar Wamenekraf Irene dalam acara pelucuran buku tersebut di MET Glodok, Jakarta pada Sabtu, (17/5).

Proyek buku "A Kind of Magic" dikerjakan lebih dari 10 tahun. Dalam buku fotografi ini juga terdapat tulisan esai yang ditulis 3 perempuan, Sylvie Tanaga, Metta Setiandi, dan Charlene Kayla Roeslie. Karya esai tersebut juga diterjemahkan dalam tiga bahasa yaitu Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin, dan Bahasa Indonesia.

Juliana Tan menyampaikan bahwa buku "A Kind of Magic" adalah reformasi masa kecilnya dari rumah dan identitas.

"Buku ini tentang membangun kembali otak dan masa kecil saya melalui imajinasi dan yang terekam memori. Apalagi kita semua memiliki ingatan tentang apa yang telah terjadi selama tahun 1998 waktu itu. Maka, dari hal yang paling pribadi, kita akan menemukan kebenaran universal sebagai manusia," ungkap Juliana Tan.

Sementara itu, salah satu penulis esai dan seniman multidisiplin yang suka eksplorasi antropologi sosial, Metta Setiandi mengatakan bahwa buku "A Kind of Magic" tak hanya menjadi bagian dari memori kolektif, tetapi sebagai bentuk karya yang lebih berani untuk melihat kembali hal-hal yang telah membekas dalam hidup lintas generasi.

"Ini bukan cuma sebagai memori kolektif, tapi juga menjadi catatan penting seperti apa yang terjadi tahun 98. Ini menjadi sesuatu yang perlu ditulis dan perlu disuarakan terus dengan penuh keberanian," kata Metta.

"Generasi masa kini harus berani menyuarakannya. Ini bukan buku foto biasa atau pengalaman personal, tetapi sebuah warisan untuk nostalgia bagi generasi sebelumnya dan yang berikutnya," lanjutnya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

56 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.