- Home
-
- Luar Negeri
-
- Besok, Trump akan Bicara d...
Besok, Trump akan Bicara dengan Putin tentang Usulan Gencatan Senjata Ukraina dan Perdagangan
Minggu, 18 Mei 2025, 13:00 WIBWASHINGTON - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada Sabtu (17/5) mengatakan bahwa ia akan berbicara dengan Vladimir Putin dan Volodymyr Zelenskyy dalam upaya untuk menghentikan apa yang disebutnya perang "pertumpahan darah" di Ukraina.
Dari The Guardian, Trump yang mengunggah di akun Truth Social miliknya, menulis bahwa ia akan berbicara dengan Putin pada hari Senin pagi. âPOKOK-POKOK PEMBICARAAN ITU ADALAH, MENGHENTIKAN 'MANDI BERDARAH' YANG MEMATIKAN, RATA-RATA, LEBIH DARI 5000 TENTARA RUSIA DAN UKRAINA SETIAP MINGGU, DAN PERDAGANGAN,â tulis Trump, dalam gaya bahasanya yang biasa menggunakan huruf kapital. Presiden telah berulang kali mengutip jumlah korban tewas akibat konflik yang jauh lebih tinggi daripada angka resmi mana pun, atau perkiraan berdasarkan investigasi sumber terbuka , tanpa menjelaskan alasannya.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, Â mengonfirmasi kepada kantor berita milik pemerintah Rusia bahwa persiapan sedang dilakukan untuk panggilan telepon antara presiden AS dan Rusia.
Panggilan telepon Trump dengan presiden Rusia itu akan diikuti oleh percakapan terpisah dengan Zelenskyy, pemimpin Ukraina, dan para pemimpin NATO sebagai bagian dari upaya AS untuk mengakhiri perang yang telah berkecamuk sejak invasi besar-besaran Rusia pada tahun 2022. âMUDAH-MUDAHAN INI AKAN MENJADI HARI YANG PRODUKTIF, GENCATAN SENJATA AKAN TERJADI, DAN PERANG YANG SANGAT KERAS INI, PERANG YANG SEHARUSNYA TIDAK PERNAH TERJADI, AKAN BERAKHIR,â tulis Trump.
Rusia dan Ukraina baru saja menyelesaikan perundingan yang sebagian besar tidak membuahkan hasil, yang pertama kalinya sejak dimulainya perang, di Istanbul. Ukraina mengatakan siap untuk gencatan senjata tetapi dihadapkan pada tuntutan "yang tidak dapat diterima" dari Rusia, yang berusaha untuk sepenuhnya menginvasi tetangganya dan telah menduduki sisi timur negara itu.
Tidak jelas kemajuan seperti apa yang dapat dicapai Trump, jika ada, dalam proses perdamaian. Presiden AS tersebut sangat kritis terhadap Ukraina, membekukan bantuan militer, dan terlibat pertengkaran sengit dengan Zelenskyy di Gedung Putih di hadapan media, sebelum tampak melunak setelah berbincang langsung di pemakaman Paus Fransiskus di Vatikan.
Trump telah menawarkan untuk pergi ke Turki guna menghadiri perundingan setelah lawatannya ke Timur Tengah minggu lalu jika Putin juga hadir, dan mendesak Zelenskyy untuk pergi, tetapi Putin malah mengirimkan tim negosiator tingkat rendah.
Kemarahan Trump terhadap presiden Ukraina tampaknya belum mereda, dengan presiden mengatakan kepada Fox News pada hari Jumat bahwa ia kesal dengan apa yang telah dilakukan negara itu dengan bantuan yang diberikan AS. "Yang mengganggu saya, saya benci melihat keadaannya, Anda tahu, maaf, saya marah besar," katanya.
"Saya pikir dia adalah penjual terbaik di dunia. Jauh lebih baik dari saya," kata Trump tentang presiden Ukraina. "Ke mana perginya semua uang ini?"
Dalam unggahan media sosialnya sendiri, Zelenskyy berduka atas tewasnya sembilan warga sipil dalam "serangan pesawat nirawak Rusia terhadap bus penumpang biasa". Ia menambahkan: "Kemarin, seperti hari-hari lainnya dalam perang ini, ada kesempatan untuk menghentikan tembakan. Ukraina telah lama menawarkan ini â gencatan senjata penuh dan tanpa syarat untuk menyelamatkan nyawa. Rusia tidak punya apa-apa selain kemampuan untuk terus membunuh."
Marco Rubio, menteri luar negeri AS, melaporkan di media sosial bahwa ia telah berbicara dengan mitranya dari Rusia, Sergei Lavrov, dan mengatakan kepadanya bahwa "kematian dan kehancuran harus dihentikan". Rubio menambahkan di X bahwa AS "telah mengajukan rencana perdamaian yang kuat dan kami menyambut baik kesepakatan pertukaran Tahanan Perang yang dicapai di Istanbul. Jangan lewatkan kesempatan besar ini. Saatnya untuk mengakhiri perang ini adalah sekarang."
Dalam unggahan Truth Social yang terpisah pada hari Sabtu, Trump mengeluhkan dampak tarif yang dikenakannya, setelah Walmart, di antara pengecer lain, memperingatkan pihaknya harus menaikkan harga bagi warga Amerika sebagai tanggapannya.
â Walmart harus BERHENTI mencoba menyalahkan Tarif sebagai alasan kenaikan harga di seluruh rantai, â tulis Trump, seraya menambahkan bahwa perusahaan harus â'MENERIMA TARIF,' dan tidak mengenakan biaya APAPUN kepada pelanggan yang berharga. Saya akan mengawasi, dan begitu juga pelanggan Anda!!!â
- Vladimir Putin
- konflik Russia-Ukraina
- Volodymyr Zelensky
- Donald Trump
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Kemenekraf Fasilitasi Klip Video Musisi Jawa Tengah lewat AKTIF Musik
-
Putin Mengisyaratkan Perang Ukraina akan Segera Berakhir dan Siap Bertemu Zelenskyy di Negara Ketiga
-
Polda Babel Amankan Tiga Pelaku Pengeroyok Wartawan di PT PMM
-
Singapura dan Australia meningkatkan Perlindungan Perdagangan Minyak dan Gas
-
Trump Dievakuasi Saat Terjadi Penembakan di Acara Jamuan Makan Malam
-
Makin Genting, AS Diisukan Siapkan Pasukan Darat untuk Serang Iran
-
Film Animasi “KPop Demon Hunters” Raih Dua Penghargaan di Oscar 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.