Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wow! Kerugian akibat Kebakaran Gedung Sekolah di Lembata Mencapai Rp800 Juta

📅 Sabtu, 17 Mei 2025, 23:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wow! Kerugian akibat Kebakaran Gedung Sekolah di Lembata Mencapai Rp800 Juta Doc: ANTARA
Ket. Personel Polres Lembata saat melakukan penyelidikan peristiwa kebakaran di SD Negeri Waipei di Desa Ile Kimok, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).

LABUAN BAJO – Polres Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengungkapkan kebakaran tiga ruang kelas SD Negeri Waipei di Desa Ile Kimok, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata mengakibatkan kerugian mencapai Rp800 juta.

"Sudah dilakukan wawancara dengan saksi-saksi di lapangan pada saat kejadian pada Jumat (16/5)," kata Kasubsi Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi Media (PIDM) dari Seksi Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Lembata Bripka Tommy Bartels dihubungi dari Labuan Bajo, Sabtu (17/5).

Ia menambahkan dugaan sementara penyebab peristiwa kebakaran itu berdasarkan keterangan saksi karena korsleting arus listrik.

Peristiwa tersebut awalnya diketahui guru SD Negeri Waipei bernama Agustina Nahak (38). Saat kejadian pada Jumat siang ia melihat kobaran api terlihat dari salah satu gedung sekolah yang telah dialihfungsikan menjadi gudang untuk menyimpan buku-buku dan alat bantu olahraga siswa.

Agustina Nahak selanjutnya berteriak dan meminta bantuan masyarakat sekitar dan saat itu sejumlah masyarakat sedang melakukan bakti sosial di salah satu gereja yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

"Secara spontan masyarakat berlari ke arah gedung sekolah dan melihat api semakin membesar, kemudian warga berlari ke rumah masing-masing untuk mengambil ember dan air untuk memadamkan api," katanya.

Api yang terus membesar selanjutnya melahap dua ruang kelas lainnya. Selain ruang kelas, inventaris dan buku-buku sekolah juga ikut terbakar.

"Tidak terdapat korban luka dan korban jiwa dalam kejadian tersebut," ujarnya.

Lebih lanjut, pihak SD Negeri Waipei mengungkapkan kejadian tersebut sebagai musibah dan selanjutnya kegiatan belajar mengajar akan dialihkan menggunakan ruang guru dan mes guru yang bersumber dari swadaya masyarakat setempat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.