Bangun Ekosistem Sapi! Solusi Strategis Kurangi Ketergantungan Impor

Sabtu, 17 Mei 2025, 05:26 WIB

JAKARTA - Penguatan ekosistem peternakan sapi sangat penting dalam menekan impor karena dapat meningkatkan produksi daging dan susu dalam negeri, mengurangi ketergantungan pada impor, dan mendukung ketahanan pangan nasional. 

Dengan pengembangan ekosistem yang terintegrasi, diharapkan Indonesia dapat mewujudkan swasembada pangan dan meningkatkan pendapatan peternak. 

Ket. Foto: Ilustrasi - Dokumentasi Petugas melakukan pemerahan susu sapi yang akan diberikan kepada anak sapi hasil pembibitan di Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang, Cijeruk, Bogor, Jawa Barat.  — Sumber: ANTARA FOTO/Jafkhairi

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu mengungkapkan ekosistem peternakan sapi dapat mendukung program Makan Bergizi Gratis dan menekan impor.

"Jadi ini kita dalam rangka target utamanya adalah kita untuk bisa mengurangi sebesar-besarnya terhadap impor. Karena hal ini sangat potensial. Tadi juga dari pihak investor sudah menjelaskan bahwa Indonesia sangat potensial untuk kita mengembangkan ini. Ini tinggal konsolidasi besar kita bikin," ujar Todotua di Jakarta, Jumat (16/5).

Menurut dia, pilot project untuk ekosistem peternakan sapi di Nusa Tenggara Timur yang didiskusikan pada hari ini Jumat (16/5) diharapkan dapat segera mulai direalisasikan pada tahun ini.

"Kita secara inti mulai untuk berdiskusi mengenai menciptakan investasi dalam hal ekosistem terhadap sapi ini untuk menghasilkan sapi potong maupun sapi perah yang ada juga ekosistem hilirisasinya. Di situ nanti akan ada industri susu, yang utama kita bisa mendukung salah satunya program pemerintah dalam hal kebutuhan daging untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG)," katanya.

Ekosistem peternakan sapi merupakan konsep mengenai berbicara ekosistem di agrikultur peternakan dalam konsep hilirisasi. Sehingga hal konsolidasi dari semua kekuatan yang ada yakni kekuatan lahan.

Indonesia dalam hal konsumsi demand masih sangat kekurangan ketika berbicara kebutuhan daging sapi maupun susu. Pilot project ekosistem peternakan sapi di NTT ini nantinya akan dikelola dalam satu ekosistem, dan dibuatkan suatu konsep kawasan yang berkaitan dengan hilirisasi industri.

"Tujuan akhir daripada ini semuanya adalah kita bisa berdikari terhadap kebutuhan daging dan susu. Ini programnya dan sesuai dengan keinginan serta arahan Presiden RI, bagaimana caranya dengan populasi masyarakat Indonesia yang sudah masuk ke 300 juta jiwa, kita untuk menekan impor sebesar-besarnya," kata Todotua.

Sebagai informasi, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka akan membuat Indonesia mencapai swasembada pangan.

Pemerintah tengah bekerja keras untuk memastikan komoditas pangan utama Indonesia dapat dipenuhi dari dalam negeri tanpa bergantung pada impor.

Sudaryono menjelaskan bahwa pembenahan sektor pertanian tidak hanya berfokus pada beras, tetapi juga pada komoditas pangan lainnya.

Selain itu, lanjut Wamentan, pemerintah menargetkan Indonesia tidak hanya mencapai swasembada, tetapi juga menjadi eksportir dan lumbung pangan dunia.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Bukan Sekadar Besaran Gaji, Pekerja Indonesia Cari Rasa Dihargai di Tempat Kerja

Virtus Technology Indonesia Resmi Jadi Master Distributor DJI Enterprise di Indonesia

Produk Bernilai Tambah Tinggi Asal Cilegon Tembus Kanada, Kemendag: Bukti Industri RI Makin Kuat

Trafik Uplink Melampaui Downlink, Pola Penggunaan Jaringan Digital Mulai Berubah

Info Loker! Job Fair Pemkab Magelang 2026 Tersedia 3.717 Lowongan

Shin Ye Eun Ajak Masyarakat Indonesia Rasakan Kehangatan Hunian Pintar Berbasis K-Wellness

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Babak Gugur Piala Dunia 2026 Mulai Terbentuk, Enam Negara Amankan Tiket 32 Besar, Empat Tersingkir

Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Ini Deretan Pemain yang Memperebutkan dari Messi, Mbappe, hingga Haaland, Siapa yang Layak?

Tiga Pejabat Tinggi Pratama Setjen MPR RI Dilantik, Siti Fauziah Tekankan Penguatan Kolaborasi dan Peningkatan Kinerja Lembaga

Peternak Sapi Perah Indonesia Raih Kenaikan Produksi Susu Berkat Transfer Teknologi AS

DFSK E5 Plus Resmi Buka Pre-Booking di Indonesia, Konsumen Berpeluang Dapat Benefit Rp60 Juta.

Info Lowongan kerja! Ayo Walk in Interview ke GOR Tanjung Duren Jakbar, Buka 4.262 Lowongan

Pertama di Indonesia, Whitesky Group dan SkyDrive Hadirkan Mockup eVTOL 1:1

1.151 KM Jalan Daerah Dilebarkan dari 3 Jadi 8 Meter, Dana Rp5,41 T Digelontorkan

Iming-iming Gaji Tinggi! Wamen P2MI dan Australia Bahas Ancaman Penipuan Pekerja Migran

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.