Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ini Beberapa Pertimbangan Investor Kepincut Mengoleksi Saham TUGU

📅 Kamis, 15 Mei 2025, 22:50 WIB | Oleh:
Ini Beberapa Pertimbangan Investor Kepincut Mengoleksi Saham TUGU Doc: istimewa
Ket. Suasana Kantor Tugu Insurance di Jakarta

JAKARTA- Saham PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) menjadi salah satu saham emiten asuransi umum yang direkomendasikan oleh analis pasar modal. Laporan riset terbaru Ajaib Sekuritas mengungkapkan sejumlah alasannya.

Analis Ajaib Sekuritas, Rizal Rafly, dalam risetnya menyebut bahwa TUGU menjadi perusahaan asuransi umum publik terbesar di Indonesia baik dari sisi perolehan premi, aset hingga permodalan atau ekuitas yang dimiliki emiten yang memiliki branding nama Tugu Insurance.

Rizal mengatakan, meskipun pemegang saham pengendalinya adalah PT Pertamina (Persero), akan tetapi ketergantungan TUGU sebagai anak perusahaan terhadap induk tergolong kecil. Dalam catatannya menunjukkan bahwa TUGU memiliki daya saing yang unggul di sektor asuransi umum baik di segmentasi BUMN maupun non BUMN. 

Dalam laporannya, saham TUGU disebut diperdagangkan di bawah 0,4x dari rasio harga terhadap modal (Price to Book Value/PBV) yang menunjukkan diskon yang dalam dibandingkan dengan para pesaing yang umumnya dihargai di atas 1x PBV.

Selain itu, Rizal juga menyoroti kebijakan pembagian dividen sebesar 40 persen mendukung pertumbuhan Book Value per Share yang stabil sekitar 5 persen per tahun, sementara harga saham yang lebih rendah meningkatkan daya tarik imbal hasil dividen.

“Dengan buffer ekuitas yang cukup, TUGU berada dalam posisi yang kuat untuk mempertahankan pembagian dividen di atas 40 persen, yang kami yakini akan memberikan nilai tambah dengan meningkatkan ROE,” sebagaimana dikutip dari laporan riset yang ditulis Rizal. 

Dari sisi prospek ke depan, pertumbuhan premi TUGU diprediksikan mencapai 8-11 persen untuk jangka menengah dan melampaui pertumbuhan industri sehingga terjadi peningkatan pangsa pasar. 

Di sisi lain, manajemen risiko yang baik juga diharapkan mampu menjaga atau bahkan menurunkan loss ratio sehingga marjin dari underwriting TUGU akan semakin tebal.

“Kami memperkirakan pertumbuhan hasil underwriting sebesar +14 persen CAGR dalam jangka menengah, dengan syarat TUGU dapat menjaga rasio kerugian di bawah 60 persen,” tambah Rizal dalam risetnya.

Rekomendasi Beli 

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, Ajaib Sekuritas memberikan rekomendasi beli saham TUGU dengan target harga di 1.800 rupiah per saham atau setara dengan rasio PBV 0,6x untuk tahun 2025 dengan menggunakan asumsi rasio dividen 40-50 persen per tahun.

Terkait dividen, pekan lalu pada 8 Mei 2025 juga bertepatan dengan cum date pembagian dividen TUGU untuk tahun buku 2024. Perseroan membagikan 40 persen dari laba yang dapat diatribusikan untuk entitas induk sebagai dividen atau setara dengan 78,8 rupiah per saham. 

Saat cum date, harga saham TUGU ditutup di level 1.040 rupiah per saham sehingga imbal hasil (yield) dividen TUGU setara dengan 7,6 persen. Selang sehari setelah cum date, harga saham TUGU drop 7,7 persen atau setara dengan yield dari dividen yang dibayarkan.

Namun setelah libur panjang dan perdagangan kembali dibuka, harga saham TUGU tampak mulai rebound. Pada sesi I perdagangan Rabu (14 Mei 2025), harga saham TUGU ditutup menguat 1,56 persen ke level 975 rupiah per saham.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

42 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Luar Negeri
400 Sekolah Ditutup dan Ham...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.