Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Nagqu, Kota tertinggi di Tiongkok Cetak Sejarah di Bidang Penghijauan

📅 Rabu, 14 Mei 2025, 22:06 WIB | Oleh:
Nagqu, Kota tertinggi di Tiongkok Cetak Sejarah di Bidang Penghijauan Doc: ANTARA/Xinhua
Ket. Taman dan trotoar di seluruh Nagqu dihiasi dengan pohon willow alpine, cemara, dan sea buckthorn (Hippophae).

LHASA - Nagqu, kota tertinggi di Tiongkok dengan ketinggian rata-rata lebih dari 4.500 meter, berhasil mencapai hal yang tampaknya mustahil dicapai: kota ini tidak lagi menjadi "kota tanpa pepohonan."

Dulunya merupakan lanskap tandus yang bahkan untuk bertahan hidup saja sudah menjadi tantangan, kota di Xizang utara ini telah menulis ulang takdir ekologisnya melalui ketekunan selama puluhan tahun, menandai terobosan bersejarah dalam penghijauan di dataran tinggi.

Terletak di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet, Nagqu secara resmi diklasifikasikan kembali sebagai kota pada Mei 2018.

Udaranya yang tipis, dengan kadar oksigen hanya setengah dari yang ada di permukaan laut, dan angin yang bertiup tanpa henti menjadikannya tempat di mana suhu air mendidih hampir mencapai 85 derajat Celsius dan barang-barang yang dikemas membengkak seolah-olah siap meledak.

Selama bertahun-tahun, ketiadaan pepohonan merupakan ciri khasnya, sampai-sampai penulis wanita pemenang penghargaan Ma Lihua pernah menulis dalam catatan perjalanannya bahwa "Kota Nagqu memiliki segalanya, kecuali pohon."

Kini, taman dan trotoar di seluruh Nagqu dihiasi dengan pohon willow alpine, cemara, dan sea buckthorn (Hippophae), sebuah bukti revolusi yang tenang. Di jalan-jalan kota, papan reklame bertuliskan "promosikan penghijauan di dataran tinggi, hapus warisan tanpa pohon di Nagqu" menyatakan transformasi yang luar biasa ini.

"Nagqu mencapai keberhasilan dalam hal penanaman pohon di ketinggian tertinggi di Tiongkok," kata Cewang Rigzin, direktur biro kehutanan dan padang rumput kota itu. Sejak 2021, kota itu telah berinvestasi besar-besaran dalam penghijauan, pengelolaan hutan, dan penanaman eksperimental di daerah perkotaan dataran tinggi.

"Ketika saya masih kecil, saya hanya bisa melihat pepohonan hijau di TV atau di foto. Kini, kami telah berhasil melakukan uji coba penanaman pohon di daerah perkotaan, dengan tingkat kelangsungan hidup lebih dari 80 persen," ujar Dainzin Puncog dari biro tersebut, yang merupakan penduduk asli Nagqu.

Uji coba penanaman pohon di dataran tinggi Nagqu yang sangat dingin dimulai pada 1990-an. Beberapa generasi keluarga dan pejabat setempat telah mencurahkan upaya untuk pencapaian ini, mengubah apa yang dulunya tampak seperti ide khayalan menjadi kenyataan, demikian warta Xinhua. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Prosesi adat kansoda'a di Wakatobi

59 menit yang lalu | Wahyu AP

Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.