Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kalsel Melakukan Pemeliharaan 3.000 Pohon Ulin di Tahura Sultan Adam

📅 Selasa, 13 Mei 2025, 20:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kalsel Melakukan Pemeliharaan 3.000 Pohon Ulin di Tahura Sultan Adam Doc: ANTARA
Ket. Jajaran Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel meninjau perkembangan pohon Ulin di Pulau Konservasi Ulin, Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Selasa (13/5/2025).

BANJARBARU (13/5) – Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan pemeliharaan terhadap 3.000 pohon Ulin (Eusideroxylon zwageri), yang merupakan tanaman endemik khas Kalimantan di Pulau Konservasi Ulin, Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, Banjarbaru.

“Pemeliharaan pohon Ulin sebagai upaya pelestarian hutan konservasi dan pengembangan wisata alam edukatif,” kata Kepala Dishut Kalsel Fathimatuzzahra di Banjarbaru, Selasa.

Ia menyebutkan Pulau Ulin atau Zwageri Island ini memiliki luas sekitar 4,8 hektare, ditanami pohon Ulin sejak kegiatan penanaman bersama oleh SKPD lingkup Pemprov Kalsel pada 28 November 2023.

“Saat ini total ada 3.000 pohon Ulin telah ditanam di pulau ini, terdiri atas 2.500 batang pada kegiatan awal dan tambahan 500 batang dari program CSR PLN," ujarnya.

Fathimatuzzahra mengungkapkan pohon Ulin di lokasi itu berusia lebih dari satu tahun dan telah menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan rata-rata tinggi mencapai setengah hingga satu meter.

Dia menuturkan pohon Ulin ini termasuk tanaman kayu dengan tingkat kekerasan kelas atas, membuatnya menjadi salah satu kayu paling tangguh di Kalimantan. Oleh karena itu, pelestarian tanaman endemik khas Kalimantan ini sangat penting untuk dilakukan secara berkelanjutan.

Menurut dia, saat ini hasil penanaman pohon Ulin di Pulau Ulin menunjukkan hasil yang baik. Tanaman itu sudah beradaptasi dengan lingkungan dan dapat bertahan dengan baik.

Fathimatuzzahra meminta semua pihak, khususnya petugas di Tahura Sultan Adam, untuk serius melakukan pemeliharaan agar pohon tersebut dapat tumbuh dengan maksimal dan menjadi peninggalan yang berharga bagi anak dan cucu.

“Kami berharap Pulau Ulin menjadi kawasan percontohan pengelolaan hutan konservasi berbasis edukasi yang berkelanjutan di Pulau Kalimantan,” ujar Fathimatuzzahra.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Madura United Bersuka Cita ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.