Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Drainase Bandara Yogya Tak Mampu Tampung Debit Banjir, BBWS Kebut Lakukan Perbaikan

📅 Senin, 12 Mei 2025, 11:48 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Drainase Bandara Yogya Tak Mampu Tampung Debit Banjir, BBWS Kebut Lakukan Perbaikan Doc: Kementerian PU
Ket. Risiko banjir Bandara YIA disebabkan karena kapasitas saluran drainase di kawasan bandara tidak mampu menampung debit banjir Sungai Bogowonto dan Serang

KULONPROGO - Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau infrastruktur pengendali banjir Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA) di Kabupaten Kulonprogo, D.I Yogyakarta, Sabtu (11/5). Tinjauan infrastruktur pengendali banjir ini dilakukan untuk memastikan efektivitasnya dalam mencegah banjir, termasuk kolam retensi, sistem drainase, stasiun pompa, dan jetty. 

Menteri Dody menekankan pentingnya perawatan dan pemeliharaan infrastruktur yang telah selesai dibangun, sehingga dapat memberi manfaat jangka panjang dan berkelanjutan. 

"Tolong dijaga dan dirawat. Kita ingin pastikan bahwa infrastruktur yang dibangun tidak hanya selesai secara fisik, tapi juga berkualitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Menteri Dody. 

Risiko banjir Bandara YIA disebabkan karena kapasitas saluran drainase di kawasan bandara tidak mampu menampung debit banjir Sungai Bogowonto dan Serang, sehingga dilakukan penanganan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak dengan membangun sistem drainase dan pengendalian debit sungai. 

"Tolong juga perhatikan sedimen sungai dan kapasitasnya karena air dari kolam retensi dialirkan ke sungai," kata Menteri Dody. 

Dalam mengurangi risiko banjir Bandara YIA, Kementerian PU membangun sejumlah prasarana pengendali banjir pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Bogowonto dan Serang. Dukungan infrastruktur dilakukan secara terpadu mulai dari pembangunan 2 Jetty Bogowonto masing-masing sepanjang 306 meter, tanggul beton Sungai Bogowonto, Kolam Retensi Wasiat, Long Storage Carik Barat dilengkapi pompa air dan Long Storage Carik Timur. Selanjutnya juga dibangun Long Storage Ledeng dan Kolam Retansi Karang Wuni yang dilengkapi dengan kolam retensi. 

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak Gatut Bayuadji mengatakan pembangunan infrastruktur ini telah memberikan manfaat melindungi dan mengamankan kawasan Bandara YIA dari banjir seluas kurang lebih 500 hektare. 

"Termasuk juga lahan pertanian dan permukiman seluas 2.000 hektare, khususnya di Kecamatan Temon, Panjatan, dan Wales di Kabupaten Kulonprogo serta Kecamatan Purwodadi, Bagelen, dan Ngombol di Purworejo," kata Gatut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.