Amorim Meragukan Masa Depannya di MU Usai Kekalahan dari West Ham

Senin, 12 Mei 2025, 09:45 WIB

MANCHESTER – Ruben Amorim mengungkapkan rasa malu dan mulai meragukan masa depannya di Manchester United setelah tim asuhannya kembali tampil buruk dalam kekalahan 0-2 dari West Ham United di Old Trafford, Minggu (11/5).

Hanya tiga hari setelah memastikan tiket ke final Liga Europa, MU kembali terhempas ke bumi. Kekalahan ini menjadi kekalahan liga ke-17 dari 36 laga musim ini dan membuat Setan Merah terdampar di posisi ke-16 klasemen.

Ket. Foto: Pelatih Manchester United Ruben Amorim. — Sumber: AFP

Gol-gol dari Tomas Soucek dan Jarrod Bowen memberi West Ham kemenangan tandang pertama mereka atas MU di Liga Inggris sejak 2007.

Amorim, yang menggantikan Erik ten Hag pada November lalu, kembali menyampaikan kritik keras terhadap sikap para pemainnya. “Yang paling saya khawatirkan adalah munculnya perasaan bahwa ‘ini tidak apa-apa’, karena posisi kami di liga tak akan banyak berubah. Itu sangat berbahaya di klub sebesar ini,” ujar Amorim.

“Kami kehilangan rasa bahwa kekalahan di Old Trafford adalah bencana. Kita ini klub besar. Tapi sekarang, seolah kekalahan itu sesuatu yang bisa diterima.”

Pelatih berusia 40 tahun asal Portugal itu mengaku “malu” melihat posisi tim di klasemen. “Sebagai pelatih Manchester United, saya merasa malu. Sulit diterima,” katanya.

Meski MU akan menghadapi Tottenham Hotspur di final Liga Europa pada tanggal 31 Mei mendatang di Bilbao, Amorim menegaskan bahwa laga itu tak boleh mengaburkan krisis yang ada di level domestik.

“Semua orang bicara soal final, tapi itu bukan isu utama saat ini. Kami punya masalah yang jauh lebih besar dan harus ada banyak perubahan di akhir musim,” tegas Amorim yang baru meraih enam kemenangan liga sejak mengambil alih tim.

Dia juga menyatakan bahwa jika semangat di ruang ganti tak berubah, maka klub harus bersiap mengambil langkah besar, termasuk mempertimbangkan pergantian pelatih.

“Ini bukan soal pemain. Saya bicara tentang diri saya sendiri dan budaya klub ini. Kalau kita mulai musim depan dengan perasaan yang sama seperti sekarang, mungkin saatnya orang lain yang mengambil alih,” ujarnya.

Sementara itu, di kubu West Ham, kemenangan ini mengakhiri puasa kemenangan dalam delapan laga terakhir. Manajer Graham Potter menyambut hasil positif tersebut dengan nada lega.

“Ini hasil yang sangat menggembirakan, apalagi mengingat masa sulit yang kami lalui. Performa kami sebenarnya tak seburuk itu, tapi di Premier League, tanpa hasil, Anda akan menderita. Dan kami sudah merasakannya,” kata Potter.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.