Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dulu Berjaya, Koperasi Unit Desa Tumbang Gara-gara IMF

29 Minggu, 11 Mei 2025, 11:43 WIB | Oleh:
Dulu Berjaya, Koperasi Unit Desa Tumbang Gara-gara IMF Dulu Berjaya, Koperasi Unit Desa Tumbang Gara-gara IMF Doc: ANTARA
Ket. Wamenkop Ferry Juliantono bersama anak-anak Bung Hatta, Meutia Farida Hatta (kanan) dan Halida Hatta (kiri) usai Seminar Nasional "Refleksi Gagasan Koperasi Bung Hatta: Sebagai Upaya Mewujudkan Keadilan Sosial" di Unpad Bandung, Sabtu.

BANDUNG - Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono menyebut Koperasi Unit Desa (KUD) yang dulu sempat berjaya, banyak yang tumbang karena Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) yang mengintervensi kebijakan Indonesia.

Bahkan menurut Ferry, KUD pernah memiliki peran penting dalam menjadikan Indonesia mandiri dalam pengadaan dan produksi beras (swasembada beras).

"KUD itu banyak yang kemudian tidak aktif lagi karena waktu IMF tahun 1998 memaksa pemerintah Indonesia untuk menarik peran negara dalam mengatur pangan dan pertanian, yang menjadikan KUD-KUD mati," kata Ferry di Bandung, Sabtu (10/5) petang.

Akhirnya karena hal tersebut, lanjut Ferry banyak kooperasi (KUD) yang tadinya koperasi-koperasi produktif hanya menjadi koperasi yang kegiatannya simpan pinjam.

Tapi di sisi lain, koperasi simpan pinjam (yang resmi), menurut Ferry, menjadi positif dan cukup dibutuhkan terlebih saat kondisi seperti ini, di mana banyak muncul praktik rentenir atau bank keliling.

"Perannya bagus. Hasil survei sosial ekonomi nasional, masyarakat menjadikan kooperasi simpan pinjam pilihan utama setelah bank. Jadi perannya sangat besar juga kegiatan ini di koperasi desa adalah memastikan supaya pinjaman online itu masyarakat tidak tergantung, kemudian rentenir, kemudian praktek bank dengan pengenaan bunga yang sangat tinggi," ucapnya.

Meski demikian, Ferry mengatakan pemerintah yang berencana membentuk Koperasi Merah Putih, dalam waktu dekat, akan mendorong dan menargetkan koperasi itu tidak hanya menjadi koperasi simpan pinjam, akan tetapi menjadi koperasi yang produktif.

"Nanti hasil produksinya, semisal hasil panen pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan, itu kan dikelola oleh koperasi," katanya.

Karena, lanjutnya, pemerintah menginginkan koperasi tidak lagi hanya mengelola usaha kecil, namun boleh masuk ke sektor pertambangan, perkebunan kelapa sawit dan bahkan punya pabrik.

"Dulu kita punya industri tekstil, pabrik tekstil, namanya gabungan koperasi batik, kita mau hidupkan lagi sekarang. Ada gabungan koperasi susu, kita akan bikin pabrik pengolahan susu, mulai dari pasteurisasi sampai produksi susu UHT. Jadi koperasi harus gede," ucapnya.

Sementara itu, berdasarkan kajian dari beberapa sumber, bergugurannya KUD disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk ketidakmampuan bersaing dengan badan usaha lain yang lebih profesional, praktik korupsi internal, dan kebijakan ekonomi yang lebih mendukung korporasi besar, seperti yang terjadi selama Orde Baru.

Selain itu, KUD yang terlalu bergantung pada fasilitas dan subsidi pemerintah seringkali mengalami kesulitan ketika bantuan tersebut ditarik, dan kurangnya regenerasi kepengurusan serta adaptasi terhadap perubahan zaman juga menjadi faktor penting yang menyebabkan KUD kehilangan daya saing.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
Megapolitan
Jakarta Akan Menjadi Kompet...
Megapolitan
Tekanan Operasi Patuh Jaya ...
Megapolitan
Dana Bagi Hasil Menunggu Pe...
Megapolitan
Ribuan Warga Jakarta Bersuk...
Advertisement
Balsa Borong Dua Gol untuk Kemenangan Persib Bandung 2-0 Atas Melbourne Victory

Balsa Borong Dua Gol untuk Kemenangan Persib Bandung 2-0 Atas Melbourne Victory

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.