Terobosan, Platform Ini Tawarkan Efisiensi Logistik Lewat Kecerdasan Buatan
Kamis, 08 Mei 2025, 11:32 WIBJAKARTA - Pemanfaatan teknologi digital hingga kecerdasan buatan (artificial intelligent/AI) dalam kegiatan logistik dapat membantu meningkatkan efisiensi dan memangkas biayalogistik. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi terbaru inimutlak diperlukan.
Hal ini yang ditawarkan oleh forwarder.ai dalam mengembangkan dua produk digital terbarunya, yakni Software as a service (SaaS) - Forwarder Scalable Intelligence System (Forsis) dan Forwarder Data Exchange (Fordex) berbasis API (Application Programming Interface). Kedua produk yang saling melengkapi ini menjadi andalan terbaru dalam memangkas biaya logistik.
Chief Operations Officer forwarder.ai, Ferna Arga Wijaya menjelaskan keberadaan produknya demi menjawab tiga masalah utama dalam aktivitas logistik, yakni visibilitas, proses manual, serta aktivitas pelanggan yang terfragmentasi.
Menurutnya, salah satu permasalahan kemacetan di pelabuhan misalnya, dapat terselesaikan melalui visibilitas digital, sehingga dapat diketahui secara real time, sehingga kemacetan dapat terhindarkan ketika salah satu dermaga tengah penuh. Kemudian, jika sudah terintegrasi, seharusnya kemacetan juga akan bisa terhindari.
"Kalau proses manual, perusahaan logistik menengah ke bawah, dia enggak punya sistem, ujung-ujungnya manual juga, booking manual segala macam, akhirnya visibility-nya juga berkurang gitu. Jadi kami coba perbaiki atau coba ditambahkan yang diinginkan apa," katanya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/5).
Adapun, Forsis merupakan transportation management system (TMS) berupa mini Enterprise Resources Planning (ERP) yang mampu meliputi seluruh aktivitas transaksi logistik daripelanggannya, mulai dari database pelanggan, vendor, pengelolaan order, hingga mengeluarkan invoice. Kelebihannya, seluruh proses ini dapat meliputi aktivitas logistik darat, laut, dan udara.
Ferna mengungkapkan pembeda utama produknya dengan TMS lain yakni pemanfaatan kecerdasan buatan dalam optimalisasi rute perjalanan serta helpdesk yang dibantu oleh AI.
Apalagi, lanjutnya, jika Forsis ini dilengkapi dengan Fordexyang merupakan Application Programming Interface (API) atauaplikasi pemrograman antar muka yang memungkinkan layanannya terkoneksi satu sama lain, terutama dengan lokal pasar milik forwarder.ai.
Fordex sendiri memungkinkan integrasi pertukaran data antar sistem yang berbeda, sehingga ketika pelanggan sudah memiliki sistem tersendiri, Fordex dapat mengintegrasikannya dalam dashboard utama miliknya.
Menariknya, Forsis dan Fordex ini sudah siap untuk terintegrasi (API ready) dengan sistem pembayaran digital, sehinggapengguna maupun pelanggannya dapat membayar secara digital tak lagi melakukan transfer manual.
Ferna bercerita pemanfaatan kecerdasan buatan dalam Forsis memungkinkan trucking memaksimalkan rute jalan (route optimization) sehingga dapat memilih rute yang paling ekonomis dan tetap tepat waktu secara real time.
"Nah, dari pricing yang pelanggan ini mau, pengguna Forsis yaketika dia jual, dia akan mempertimbangkan hal itu. Biayanya berapa persen? Mungkin 20%-30% dari biaya operasional mereka akan lebih murah ya," jelasnya.
Sementara itu, Chief Executive Officer forwarder.ai Stephanus Sugiharto menjelaskan bagi pelanggan yang memiliki atau membutuhkan aktivitas logistik multimoda dengan pengiriman antar pulau, penggunaan Forsis dan forwarder.ai pun dapat turut memangkas biaya.
"Nah, karena kami sudah mempunyai ekosistem pengiriman via container misalkan dengan harganya kompetitif, dari sana bisa langsung ada dampak efisiensinya secara cost door-to-door. Yamungkin bisa dikatakan 15%-20% efisiensinya," tambahnya.
Dari sisi keamanan dan kerahasiaan data, forwarder.ai juga mengedepankan perlindungan data dengan kedua piihak terlebihdahulu menandatangani perjanjian non-disclosure agreement (NDA) atau perjanjian kerahasiaan.
forwarder.ai lanjutnya, menawarkan kompetensi berupainformasi yang dimiliki sebagai suatu ekosistem logistik dandapat menyarankannya kepada pelanggan.
"Mungkin mudahnya begini, paling tidak, kami mau menjadisatu platform logistik, yang kompeten dan terpercaya. Kami bisabenar-benar menyajikan rute apa yang paling optimal, denganpilihan pelayaran terbaik menurut kami, dan pengalaman kami, yang bisa kami sampaikan ini ke calon pengguna jasa," tuturnya.
Adapun, Stephanus menerangkan prinsip utama yang dibangundalam forwarder.ai adalah keterbukaan, seperti hargapengiriman itu dapat langsung terlihat oleh pengguna. Dalamperjalanannya, keterbukaan ini membuka peluang yang tadinyapelanggan bahkan menjadi mitra.
"Tadinya kami pikir kami mendistrupsi, ketika memanglangsung ke cargo owner, pastinya kami mendistripsi. Namun, dalam perjalanannya, malah kami bermitra, malah bersinergi seperti itu. Jadi enggak jarang yang tadinya pelanggan, sekarang jadi partner juga," tuturnya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Mohammad Zaki Alatas
Berita Terkait:
-
Tiongkok Masuk Bursa Calon Pimpinan WHO, Pesaing Kuat Budi Gunadi
-
DPO Jaringan Senjata dan Amunisi Ditangkap di Jayapura
-
Samsat Keliling Polda Metro Jaya Hari Ini Tersedia di 14 Lokasi, Berikut Daftarnya!
-
PBB: 11,7 Juta Perempuan dan Anak di 28 Negara Terancam Kerawanan Pangan Akibat Perang
-
KWP Punya Pengurus Baru, Plt Sekjen DPR Harap Informasi Parlemen Makin Terbuka
-
George Russell Perlu Keajaiban
-
20 GW untuk Data Center: Tanpa Energi Bersih, Indonesia Gagal Jadi Raja Digital Asia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.