Ilmuwan Soroti Konservasi Spesies Migrasi di Bentang Laut Sunda Kecil

Rabu, 07 Mei 2025, 22:11 WIB

MATARAM - Sejumlah ilmuwan menyoroti upaya penyelamatan berbagai spesies laut yang melakukan migrasi di kawasan Bentang Laut Sunda Kecil (BLSK) meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Timur Leste.

Focal Species Conservation Senior Manager Konservasi Indonesia Iqbal Herwata dalam keterangan di Mataram Nusa Tenggara Barat Rabu menyebutkan, kawasan BLSK merupakan habitat kunci bagi spesies laut bermigrasi.

Ket. Foto: Arsip - Pengunjung saat mengamati karya foto saat pameran World Migratory Bird Day (WMBD) di Landmark Ternate, Kota Ternate, Maluku Utara. — Sumber: ANTARA/Andri Saputra

"Laut Sawu dan Selat Ombai adalah habitat penting yang digunakan secara intensif oleh spesies bermigrasi," ujarnya.

Iqbal menjelaskan, spesies migrasi mencakup spesies yang terancam punah, termasuk elasmobranch, mamalia laut, dan penyu.

Menurutnya, Bentang Laut Sunda Kecil adalah kawasan unik yang meliputi Indonesia dan Timor Leste. Pengelolaan bersama secara terintegrasi sangat diperlukan baik dari sisi perencanaan dan implementasi di lapangan.

"Banyak spesies migrasi di Bentang Laut Sunda Kecil yang masih kekurangan data pergerakan, yang membatasi pemahaman tentang habitat penting, koridor migrasi, dan pola musiman," kata Iqbal.

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa modernisasi perikanan tradisional meningkatkan tekanan terhadap spesies bermigrasi dan alat tangkap dengan selektivitas rendah meningkatkan risiko tangkapan sampingan.

Sejak Juni 2024, berbagai kegiatan untuk mendukung proyek SOMACORE telah dilakukan dalam kemitraan erat dengan para pemangku kepentingan utama di tingkat lokal, nasional, dan regional di Indonesia dan Timor Leste untuk menyelaraskan prioritas dan target pemerintah dengan Rencana Aksi Regional 2.0 (RPOA 2.0).

Rencana aksi itu berfokus terhadap penguatan kerja sama regional, peningkatan pengelolaan kawasan konservasi perairan, mengatasi dampak perubahan iklim, mempromosikan perikanan berkelanjutan, mendukung mata pencaharian masyarakat pesisir, dan membangun basis data spesies yang terancam punah.

Transboundary Oceans Senior Advisor Konservasi Indonesia Ketut Sarjana Putra mengungkapkan pentingnya memperkuat kolaborasi lintas batas dengan memetakan penelitian terkait spesies migrasi yang sudah ada.

Selain itu perlu juga mengidentifikasi kesenjangan dalam penelitian dan mengembangkan rekomendasi untuk pengelolaan spesies bermigrasi yang efektif dan strategis dalam pengembangan ekonomi biru di Bentang Laut Sunda Kecil.

Indonesia dan Timor Leste tergabung dalam CTI-CFF (Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security) berupa kemitraan multilateral enam negara meliputi Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, dan Timor Leste.

Mereka bekerja sama untuk mempertahankan sumber daya laut dan pesisir yang luar biasa, melalui penanganan isu-isu krusial, seperti ketahanan pangan, perubahan iklim, dan keanekaragaman hayati laut.

Deputy Executive Director of Program Services CTI-CFF Regional Secretariat Christovel Rotinsulu mengatakan, Bentang Laut Sunda Kecil merupakan prioritas konservasi yang sangat penting karena keanekaragaman terumbu karang yang luar biasa, habitat unit terumbu karang, dan peran penting konektivitas ekologi sumber daya perikanan.

"Wilayah itu mendukung berbagai fase kehidupan spesies laut, termasuk migrasi, pemijahan, mencari makan, dan area asuhan,” pungkas Christovel. Ant

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

Usai Gempa M7,7 NTT: Retakan 100 Meter Muncul di Kawah Gunung Kelimutu

Pengunjung Bromo Diserang Hipotermia, Prajurit Marinir Beri Pertolongan Pertama

Berenang di Danau, Bocah 8 Tahun di Louisiana Meninggal akibat Amuba Pemakan Otak

Dibangun Bersama Guru Disabilitas, Papan Tulis AI Buatan Siswa Bandung Raih Juara Google

Pertamina Lubricants Layani Ganti Oli Gratis untuk 1.000 Pengemudi Ojol

Atas Perintah Presiden Prabowo, Menhut Raja Antoni Turun Langsung Tangani Karhutla Kalbar.

Atasi Kekeringan di Lamongan, PU Normalisasi 1,6 KM Sungai & Kerahkan Pompa

Ekosistem Terbuka Dinilai Penting untuk Memperluas Penerapan Agentic AI

Genjot Literasi Pajak Generasi Muda, IKPI Gelar Lomba Cerdas Cermat Nasional

Rumah Sekunder Makin Terjangkau secara Riil, tetapi Stok Hunian Kian Terbatas

Trump Sebut Iran “Runtuh Total”, AS Siapkan “D-Day Ekonomi” untuk Teheran

81 Miles for Indonesia, XLSmart Hubungkan Negeri lewat 5G dan Semangat Berbagi

Kelola Penuaan Kulit secara Personal dengan Pendekatan Perawatan Berlapis

Yili Tebarkan Keceriaan HUT RI ke-81 kepada 2.000 Anak di Lima Rusun

Gokuniku Resmi Buka di Jakarta, Hadirkan “Japan’s Ultimate Meat Experience”

Pendakian Gunung Sindoro, KPALH Gandawesi Bawa Pesan Jaga Alam.

Lansia Terdampak Gempa Manggarai Jadi Perhatian, Khofifah Dorong Pendampingan Psikososial.

Pemprov DKI Boyong 23 UMKM Binaan ke Pameran CISMEF 2026 di Guangzhou Tiongkok

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.